FAJAR, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah di kawasan TPA Antang, Kecamatan Manggala.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa langkah ini diambil sebagai respons atas antrean panjang armada truk sampah yang sempat memicu kemacetan, terutama pasca arus mudik.
Ia menjelaskan, pemerintah kota telah menurunkan alat berat tambahan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan, sekaligus mengurai kepadatan kendaraan.
“Soal antrean mobil sampah, kami sudah turunkan alat berat dan akan ditambah lagi,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Munafri menambahkan, pihaknya telah menggelar rapat bersama sejumlah dinas teknis, antara lain Dinas Lingkungan Hidup, DPMPTSP, Dinas PU, dan Dinas Penataan Ruang, guna merumuskan solusi jangka panjang terkait sistem distribusi dan akses keluar masuk armada.
Ia menekankan bahwa TPA Antang ke depan tidak hanya difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi akan ditransformasikan menjadi kawasan pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.
“Artinya, kita tidak ingin ini hanya menjadi tempat buang sampah semata, tetapi bagaimana pengelolaannya bisa lebih baik, mulai dari penataan hingga pengaturan akses dan timbunan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah kota juga terus mengkaji pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau PSEL, yang saat ini masih dalam tahap komunikasi dengan pemerintah pusat.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Makassar menargetkan sistem pengelolaan sampah di TPA Antang menjadi lebih tertib, efisien, dan berkelanjutan. (*/)





