JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Haji dan Umrah RI Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengungkapkan, pemberangkatan kloter pertama jemaah haji 1447 Hijriah atau tahun ini direncakan akan dimulai April 2026.
"Pemberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia direncanakan akan dimulai pada 22 April 2026," ujar Gus Irfan dalam kegiatan manasik haji Kota Blitar yang digelar di Masjid Ar Rahman, Kota Blitar, Jawa Timur, dikutip dari siaran pers, Jumat (27/3/2026).
Baca juga: Menhaj: Penerbitan Visa Jemaah Haji Sudah Capai 95 Persen
Gus Irfan menegaskan bahwa kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini sudah hampir mencapai 100 persen, yang meliputi aspek transportasi dan konsumsi.
"Akomodasi di Mekkah dan Madinah, layanan konsumsi, transportasi, hingga perlengkapan jemaah telah dipersiapkan," ucapnya.
Kemenhaj telah bekerja sama dengan pihak syarikah di Arab Saudi untuk memastikan kualitas layanan untuk jemaah haji selama di Tanah Suci.
"Distribusi kartu Nusuk yang akan diterima jemaah saat di embarkasi," tutur Gus Irfan.
Baca juga: Pelaksanaan Haji 2026, Menhaj Pastikan Akomodasi di Mekkah dan Madinah Telah Siap
Ia lalu meminta seluruh jemaah untuk memaksimalkan manasik sebagai bekal utama agar ibadah berjalan tertib, aman, dan sesuai syariat.
Menurutnya, kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan istimewa yang tidak semua orang dapatkan.
"Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang beruntung. Manasik ini menjadi bekal penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan benar, disiplin, dan penuh kebersamaan," ungkapnya.
Baca juga: Haji 2026 di Tengah Bayang-bayang Perang
Dengan kesiapan yang matang, Gus Irfan menyampaikan apresiasi berkat kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah yang menjadi kunci menghadirkan layanan terbaik bagi jemaah.
"Sesuai amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025, penyelenggaraan haji bertujuan memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan agar jemaah dapat melaksanakan ibadah sesuai syariat," kata dia.
Ia menegaskan, Presiden Prabowo Subianto membentuk Kementerian Haji dan Umrah menghadirkan layanan haji yang lebih fokus dan terintegrasi.
"Kementerian ini hadir untuk memastikan pelayanan yang berpusat pada jemaah, sejak persiapan, pelaksanaan, hingga kembali ke tanah air," imbuh Gus Irfan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang