Jakarta, VIVA - Perkembangan dunia balap motor Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Sejumlah pembalap Tanah Air mulai menembus ajang internasional, dari Moto3 hingga World Supersport300. Di balik capaian tersebut, ada peran besar ekosistem motorsport nasional yang dibangun secara bertahap, mulai dari infrastruktur hingga pembinaan.
Salah satu tonggak penting adalah kehadiran Pertamina Mandalika International Circuit. Sirkuit jalan raya berstandar FIA dan FIM ini bukan hanya menjadi lokasi balap, tetapi juga sarana pengembangan talenta. Dengan panjang lintasan 4,3 kilometer dan karakter tikungan cepat, Mandalika memberi pengalaman teknis yang relevan bagi pembalap yang ingin naik ke level dunia.
Sejak digunakan pertama kali untuk ajang World Superbike 2021, Mandalika rutin menggelar seri MotoGP. Konsistensi ini penting karena menghadirkan atmosfer kompetisi kelas dunia di dalam negeri. Bagi pembalap, exposure terhadap standar balap internasional—mulai dari regulasi teknis, manajemen tim, hingga strategi balap menjadi bekal berharga.
CEO Pride sekaligus promotor Pertamina Mandalika Racing Series, Eddy Saputra, menilai prestasi pembalap Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sistem pembinaan yang terstruktur. Menurut dia, ekosistem motorsport terdiri dari beberapa komponen utama yang saling terhubung.
Pertama, infrastruktur sirkuit yang memenuhi standar keselamatan dan teknis. Kedua, kejuaraan nasional sebagai wadah kompetisi. Ketiga, peran regulator seperti Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang mengatur lisensi, regulasi, dan homologasi. Keempat, tim balap profesional yang menjadi tempat pembalap mengasah kemampuan teknis, termasuk setelan motor, telemetry, dan race craft.
Selain itu, keberadaan akademi balap juga menjadi faktor penting. Pembalap muda tidak hanya dilatih dari sisi teknik mengendarai, tetapi juga fisik, mental, hingga pemahaman teknis kendaraan seperti karakter mesin, suspensi, dan ban. Dukungan pabrikan seperti Honda dan Yamaha juga berperan besar melalui program pembinaan berjenjang.
“Tanpa ekosistem yang lengkap, pembalap akan sulit berkembang. Semua saling terkait, dari sirkuit, kejuaraan, tim, hingga sponsor,” ujar Eddy dalam keterangannya, Jumat 27 Maret 2026.
Hasilnya mulai terlihat. Nama seperti Veda Ega Pratama di Moto3 dan Mario Aji di Moto2 menunjukkan bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing. Bahkan, Aldi Satya Mahendra berhasil meraih gelar juara dunia World Supersport300, yang menjadi pencapaian penting bagi motorsport nasional.





