FAJAR, JAKARTA – Performa impresif di awal musim Moto3 2026 tak lepas dari sorotan. Di tengah anggapan bahwa motor KTM lebih unggul, Veda Ega Pratama justru menegaskan bahwa motor Honda yang ia tunggangi tetap kompetitif dan mampu bersaing di barisan depan.
Wajar jika pembalap muda Indonesia tersebut memiliki pandangan demikian. Rider Honda Team Asia itu sukses finis kelima di Thailand dan mengamankan podium ketiga di Brasil. Ini sebuah pencapaian bersejarah bagi Indonesia di kelas Moto3.
Namun, di balik performa gemilang tersebut, muncul perdebatan di kalangan penggemar. Banyak netizen menilai motor KTM memiliki keunggulan dibandingkan Honda, bahkan menyarankan agar Veda mempertimbangkan pindah tim di masa depan.
Menanggapi hal itu, Veda memilih fokus pada fakta di lintasan. Ia menilai motor Honda NSF250RW yang digunakannya tetap memiliki daya saing tinggi, meski setiap pabrikan tentu punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
“Saya rasa motor Honda kompetitif. Setiap merek punya plus dan minus,” ujar Veda.
Ia mencontohkan performa di seri Brasil, di mana Honda justru menunjukkan keunggulan pada aspek grip depan. Menurutnya, beberapa pembalap dari pabrikan lain mengalami kendala pada bagian depan motor yang berpotensi menyebabkan kehilangan traksi (low side).
“Di Brasil, Honda punya kelebihan di grip depan. Saya sendiri tidak merasa ada masalah di bagian itu,” jelasnya.
Meski demikian, Veda tidak menutup mata terhadap tantangan yang ada. Ia mengakui bahwa di beberapa tikungan tertentu masih terdapat kendala, namun hal tersebut merupakan hal wajar yang bisa terjadi di setiap sirkuit.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa performa di lintasan lurus tidak kalah bersaing dengan motor lain.
“Di trek lurus juga tidak kalah,” tambahnya.
Alih-alih menyalahkan motor, Veda justru lebih fokus pada peningkatan diri. Ia menyadari bahwa sebagai rookie, masih banyak aspek dalam gaya balap yang perlu disempurnakan.
“Masukan lebih ke diri saya sendiri. Cara membawa motor dan riding style masih harus banyak ditingkatkan,” ungkapnya.
Tantangan Berikutnya di Amerika
Setelah hasil positif di dua seri awal, tantangan berikutnya sudah menanti di Circuit of the Americas, Amerika Serikat. Sirkuit ini dikenal teknis dan menuntut adaptasi cepat, terutama bagi pembalap yang belum memiliki pengalaman di sana.
Performa Veda di Austin akan menjadi pembuktian penting, apakah ia mampu mempertahankan konsistensi dan kembali bersaing di papan atas.
Dengan kepercayaan diri tinggi dan pendekatan yang fokus pada pengembangan diri, peluang untuk kembali mencetak hasil gemilang tetap terbuka.
Di tengah perdebatan soal keunggulan motor, Veda Ega Pratama menunjukkan mentalitas kuat sebagai pembalap muda. Bagi dirinya, kunci utama bukan sekadar mesin, tetapi bagaimana memaksimalkan potensi yang ada di lintasan.
Publik Indonesia kini menanti, mampukah Veda kembali memberi kejutan di Moto3 Amerika 2026. (*)





