Polisi menelusuri yayasan dalam kasus dugaan penipuan berkedok donasi untuk orang cacat hingga musibah bencana yang beraksi di sekitar Stasiun Tugu Yogyakarta.
Peristiwa ini dikeluhkan pengguna kereta api yang baru saja turun di Stasiun Tugu Yogyakarta. Sebab, mereka langsung didatangi dan dimintai donasi.
"Dilakukan penyelidikan lebih lanjut (yayasannya) supaya tidak terjadi lagi di wilayah Gedongtengen," kata Kapolsek Gedongtengen AKP Yuliyanto melalui sambungan telepon, Jumat (27/3).
Semalam polisi mengamankan lima orang yang menawarkan donasi ini. Donasi senilai Rp 100 ribu, pendonasi kemudian diberi kopi atau wedang uwuh setelah berdonasi.
Dari Rp 100 ribu donasi itu, para pelaku mendapat 20 persen atau Rp 20 ribu.
"Dari pengakuan bersangkutan, pernah mendonasi (menyalurkan) hasil dari itu yang kemarin-kemarin. Tapi kita belum, belum mengecek ke sana. Karena yayasannya masih belum jelas," ujarnya.
Lima orang yang diamankan ini dilakukan pembinaan karena kurangnya alat bukti. Pengguna kereta api yang mengeluhkan hal ini tak melapor ke polisi dan menghapus postingannya.
"Kita lakukan pembinaan di sini, yang warga Sleman kita kembalikan ke orang tua, karena anaknya juga hadir di sini supaya untuk efek jera dilakukan pembinaan oleh Pak Dukuh dan keluarganya," katanya.
Dua orang perempuan yang warga Sleman dan bersuami orang Sleman dikembalikan ke keluarganya. Sementara tiga orang yang dari luar DIY diserahkan ke Dinsos DIY untuk dibina.
"Kita serahkan ke Dinas Sosial Provinsi untuk dilakukan pembinaan yang bersangkutan untuk dipulangkan ke asalnya," ujarnya.





