Emiten Emas Kongsi Bakrie-Salim BRMS Beberkan 3 Strategi Prioritas

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) melanjutkan ekspansi bisnis dengan fokus pada tiga hal prioritas di tengah bayang-bayang ketidakpastian global perang Iran–AS.

Direktur BRMS Herwin Wahyu Hidayat menegaskan fokus pada penguatan produksi dan pengembangan aset strategis. Perseroan tetap berpegang pada peta jalan jangka menengah hingga 2027, dengan tiga agenda utama yang menjadi prioritas, terlepas dari dinamika konflik global 

“Terlepas dari krisis geopolitik Iran-AS, BRMS tetap berfokus pada tiga agenda utama,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Pertama, katanya, BRMS menargetkan peningkatan kapasitas produksi pabrik emas di Palu secara signifikan. Pada akhir 2026 hingga awal 2027, kapasitas pengolahan bijih ditingkatkan dari 500 ton menjadi 2.000 ton per hari.

Kedua, pada pertengahan 2027, BRMS berencana mengumumkan hasil pengeboran di Gorontalo yang difokuskan pada sumber daya mineral tembaga. Ekspansi ke komoditas tembaga ini dinilai strategis, mengingat prospek permintaan global yang terus meningkat seiring dengan transisi energi dan kebutuhan industri.

Ketiga, pada semester II/2027, BRMS menargetkan rampungnya konstruksi proyek tambang emas bawah tanah berkadar tinggi di Palu. Proyek ini diharapkan langsung memasuki tahap operasional setelah selesai dibangun, sehingga dapat memberikan tambahan produksi signifikan bagi perseroan.

Baca Juga : IHSG Hari Ini (27/3) Ditutup ke Level 7.0976, Profit Taking dan Geopolitik Membayangi

Sepanjang 2025, BRMS melaporkan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 54%. Laba usaha sebesar 118%, dan laba bersih sebesar 99%, masing-masing dari tahun sebelumnya.

BRMS mencatatkan pendapatan sebesar $249 juta, laba usaha sebesar $93 juta, dan laba bersih sebesar $50 juta dalam laporan keuangannya yang sudah diaudit untuk periode 2025.

Direktur & Chief Financial Officer BRMS Charles Gobel menjelaskan dua faktor yang menyebabkan peningkatan kinerja keuangan BRMS. Pertama, produksi emas perseroan yang naik sebesar 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kedua, harga jual  emas yang juga meningkat sebesar 38% dibandingkan dengan pada tahun sebelumnya. 

BRMS telah mengantisipasi penurunan kadar emas dalam bijih yang di proses pada periode kuartal IV/2025 dan pada kuartal I/2026 dikarenakan operasi pushback yang tengah berlangsung.

Namun demikian, BRMS berhasil memproduksikan sekitar 72.000 troy ounce emas pada 2025, naik 11% dari produksi pada 2024. Setelah operasi pushback tersebut selesai, perseroan berharap untuk dapat kembali menambang bijih dengan kadar emas yang lebih tinggi di lokasi bukaan baru pada kuartal II/ 2026. 

Targetnya agar bisa mencapai sekitar 80.000 troy ounce produksi emas pada 2026 ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil sebut Presiden Prabowo Perintahkan Dirinya untuk Cari Pasokan Minyak ke Semua Negara
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Unhas Siapkan SPPG Berbasis Riset untuk Dukung Program MBG dan Pemenuhan Gizi Masyarakat
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki? Sains Punya Jawabannya
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dari PSBM untuk Generasi Pengusaha: Rektor ITB AP Bone Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Bisnis
• 14 jam laluterkini.id
thumb
Tak Ikuti Jejak Malaysia, Bahlil Tegaskan Belum Ada Opsi Batasi Subsidi BBM
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.