JAKARTA, DISWAY.ID-- Kebijakan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa sebesar Rp40 T rupanya berdampak pada operasional Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).
Seperti halnya yang diungkapkan oleh Kepala SPPG Dapoer Rahayu, Pulo Gebang Jakarta Timur, Fariz Alauddin.
BACA JUGA:Babak Baru Arai Agaska, Siap Geber Yamaha R7 di World Sportbike 2026
Fariz bercerita, berdasarkan perintah Kepala BGN Dadan Hindayana, SPPG yang dipimpinnya terpaksa berhenti beroperasi saat hari libur nasional atau tanggal merah khusus peserta didik.
Sedangkan, untuk kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan Balita) akan tetap terus berjalan setiap hari.
"Jadi memang sekarang teknis untuk MBG sudah sedikit berbeda. Yang biasanya kita pendistribusian itu 6 hari dalam 1 minggu, nah sekarang dipangkas menjadi 5 hari khusus peserta didik. Namun untuk kelompok ibu hamil, itu tetap seperti biasa dilakukan tiap harinya," ucap Fariz saat dihubungi oleh jurnalis Disway, Jumat 27 Maret 2026.
BACA JUGA:BI Catat Pertumbuhan Positif, Likuiditas Nasional Tembus Rp 10.000 Triliun
"Makanya tadi sudah dijelaskan bahwasanya selain hari Sabtu kita tidak memproduksi makanan yang dikirimkan dari Jumat, nah sekarang libur tanggal merah pun juga tidak didistribusikan. Karena ini perintah langsung dari Pak Dadan Hindayana, karena krisis global yang menyangkut dengan anggaran yang ada di kementerian dan APBN," sambungnya.
Kendati begitu, Fariz Alauddin menjamin kualitas menu MBG tidak akan mempengaruhi dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) meskipun terkena efek efisiensi anggaran. Hanya saja, berkurang biaya operasionalnya.
"Khususnya untuk menu, itu tidak berkaitan sama sekali ya. Jadi sebenarnya pemangkasan ini itu tidak memangkas dari harga bahan baku, tapi memangkas jumlah harian operasional," tutur Fariz.
BACA JUGA:Tak Mau Rekrut Lagi, Purbaya Pilih Geser Pegawai Demi Efisiensi
"Jadi yang biasanya tadi 6 hari, ini sekarang menjadi 5 hari. Yang tadinya biasanya tanggal merah itu didistribusikan, sekarang tidak didistribusikan," pungkasnya.





