Tel Aviv: Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir memperingatkan kondisi internal militer berada di ambang krisis.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat tingkat tinggi yang dihadiri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan pejabat keamanan.
“Dalam laporan media Israel, Zamir menggambarkan tekanan besar yang dihadapi angkatan bersenjata. Ia menegaskan bahwa tanpa langkah legislatif segera, kemampuan operasional militer dapat terganggu serius,” dikutip dari laporan dari Press TV, Jumat 27 Maret 2026.
Zamir menyoroti kekurangan dalam kebijakan personel militer sebagai masalah utama. Ia mengatakan diperlukan undang-undang dinas baru, reformasi sistem pasukan cadangan, serta perpanjangan masa wajib militer.
Ia juga memperingatkan bahwa pasukan cadangan tidak mampu mempertahankan tingkat tugas saat ini. Pernyataan ini menjadi pengakuan terbuka atas kelelahan pasukan dan kekurangan tenaga di tubuh militer.
Rapat tersebut berlangsung secara tertutup dalam forum kabinet perang yang membahas kesiapan menghadapi konflik dengan Iran.
Konflik yang dimulai akhir bulan lalu telah meningkatkan tekanan terhadap militer Israel.
Serangan balasan Iran berupa lebih dari 80 gelombang rudal dan drone disebut menargetkan fasilitas strategis Israel. Meski jumlah korban tidak diumumkan secara resmi, analis independen memperkirakan korban mencapai ribuan.
(Keysa Qanita)




