HARIAN FAJAR, JAKARTA – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) memastikan operasional terminal di PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok tetap berjalan lancar selama masa rentang angkutan Lebaran.
Saat ini, aktivitas di lapangan terpantau normal dengan 16 kapal sandar yang didominasi komoditas crude palm oil (CPO) dan general cargo untuk rute oceangoing pada Jumat, 27 Maret.
Dari sisi kapasitas terminal, kondisi lapangan penumpukan masih berada dalam batas aman. Tingkat keterisian lapangan atau Yard Occupancy Ratio (YOR) tercatat sekitar 40 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata kondisi normal yang berada di kisaran 50 persen.
Dengan batas maksimal YOR sebesar 65 persen, terminal masih memiliki ruang yang cukup untuk menampung arus kargo.
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan menuju pelabuhan, PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok juga menyiapkan buffer area sebagai kantong parkir sementara apabila terjadi lonjakan kendaraan.
Fasilitas tersebut tersedia di lahan seluas sekitar 2 hektare di Inggom serta tambahan sekitar 3 hektare di wilayah regional.
Selain itu, kesiapan gate operasional dan sistem terminal terus dipantau sebagai bagian dari langkah mitigasi apabila terjadi peningkatan arus kendaraan yang masuk maupun keluar dari area pelabuhan.
Pelindo Regional 2 bersama PTP Nonpetikemas dan entitas Pelindo Grup yang beroperasi di Tanjung Priok juga membentuk Command Centre Bersama sebagai pusat koordinasi operasional guna memastikan kelancaran aktivitas pelabuhan dan distribusi logistik tetap terjaga.
Sejumlah langkah antisipatif juga telah dilakukan sejak awal Ramadan. Pada minggu pertama Ramadan, PTP Nonpetikemas melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan pelabuhan, termasuk perusahaan pelayaran, pelanggan, dan perusahaan ekspedisi, untuk mengatur jadwal kegiatan bongkar muat agar tidak terjadi penumpukan di terminal selama masa pembatasan angkutan barang.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok, Budi Utoyo, menyampaikan bahwa secara umum kondisi operasional di terminal masih terkendali dan siap melayani arus logistik selama periode angkutan Lebaran.
Menurutnya, saat ini kapal yang dilayani di terminal PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok didominasi oleh komoditas crude palm oil (CPO) serta general cargo untuk rute oceangoing maupun domestik.
“Dengan kondisi yard yang masih berada di level aman serta dukungan fasilitas operasional yang tersedia, kami optimistis aktivitas bongkar muat di Terminal Tanjung Priok tetap berjalan lancar. Koordinasi dengan seluruh stakeholder pelabuhan juga terus kami perkuat untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap optimal,” ujar Budi.
PTP Nonpetikemas Cabang Tanjung Priok menangani beragam komoditas, mulai dari curah kering, curah cair, hingga general cargo. Untuk curah kering, komoditas yang dilayani antara lain pasir, semen, gula, sulfur, dan garam.
Pada curah cair, layanan meliputi CPO, RBD Olein, RBD Stearin, hingga PFAD (Palm Fatty Acid Distillate). Adapun untuk general cargo, komoditas yang ditangani mencakup gypsum, scrap iron, plywood, coil, kendaraan, heavy equipment, produk baja, dan lainnya. (ams)





