Bisnis.com, PADANG — Volume kendaraan yang masuk ke Sumatra Barat selama periode Angkutan Lebaran 2026 meningkat signifikan, berdasarkan data sementara yang dihimpun Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Barat.
Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Dedy Diantolani mengatakan data final terkait jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah tersebut akan diumumkan pada akhir Maret 2026 setelah koordinasi dengan Ditlantas Polda Sumbar dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Sumbar rampung.
"Data resminya atau finalnya akan disampaikan pada akhir Maret ini. Tetapi dari pantauan kami, memang terjadi lonjakan dibandingkan tahun lalu," katanya saat dihubungi Bisnis di Padang, Kamis (26/3/2026).
Dia menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan BPTD dan perhitungan dari tiga pintu masuk utama, yakni dari Jambi, Riau, dan Sumatra Utara, volume kendaraan yang masuk ke Sumbar diperkirakan mencapai 260.000 unit.
Menurut Dedy, lonjakan kendaraan tersebut memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan lintas Sumatra di wilayah Sumbar. Salah satu titik kepadatan terparah terjadi di jalur Pekanbaru–Padang, khususnya di kawasan flyover Kelok Sembilan.
"Padahal di Kelok Sembilan itu sudah diberlakukan empat jalur untuk kendaraan dari Pekanbaru-Padang, tapi masih macet. Karena memang, volume kendaraan sangat tinggi pada Lebaran 2026," ujarnya.
Baca Juga
- Pergerakan Pesawat di Bandara SMB II Meningkat 33,3% pada Arus Balik Lebaran 2026
- Setir Kanan Hadirkan Promo Mobil Bekas untuk Masyarakat Palembang
- Meningkat 191,36%, Berikut Trafik Terkini Arus Balik di Tol Trans Sumatra
Dia menuturkan, pada H-2 dan H-1 Lebaran, arus mudik masih terpantau relatif lancar. Bahkan, di jalur Lembah Anai, penerapan rekayasa lalu lintas one way sempat ditunda karena volume kendaraan saat itu masih dalam batas normal.
"Kalau tidak terjadi kepadatan arus kendaraan, maka tidak harus one way. Memang sempat viral di media sosial, karena memang arus kendaraan tergolong lancar," tegasnya.
Namun, memasuki pelaksanaan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3/2026), volume kendaraan meningkat signifikan. Dedy menduga lonjakan itu dipicu perbedaan waktu pelaksanaan Idulfitri, di mana sebagian masyarakat telah merayakannya lebih dulu pada Jumat (20/3/2026), sehingga arus kedatangan pemudik ke Sumbar berlanjut pada hari berikutnya.
"Lonjakan pemudik ini memang di luar dugaan kami. Tapi, beruntung ada penerapan one way di jalur Lembah Anai, sehingga situasi Lembah Anai jadi terkendali," ungkapnya.
Kendati demikian, dia mengakui kemacetan parah tetap terjadi di sejumlah titik, salah satunya di jalur Panyalaian–Koto Baru hingga Kota Padang Panjang. Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi oleh aktivitas pasar sayur di Koto Baru yang bertepatan dengan tingginya arus kendaraan.
"Pasarnya setiap hari Senin, pas besok harinya, arus lalu lintas ramai lancar," ucap dia.
Dedy menambahkan, meski volume kendaraan meningkat selama periode Lebaran 2026, hingga Kamis (26/3/2026) belum terdapat laporan kecelakaan lalu lintas serius, baik pada arus mudik maupun arus balik.
"Sejauh ini, alhamdulillah zero accident [tidak ada kecelakaan]. Cuma yang adu jotos antarpengemudi atau sopir yang terjebak macet ada, kami melihat viral di media sosial," tutup Dedy.





