JAKARTA, KOMPAS.com - Deru kendaraan kembali mendominasi jalanan Jakarta hanya beberapa hari setelah libur Lebaran usai.
Jika sebelumnya ibu kota sempat terasa lengang, dengan ruas jalan yang relatif kosong dan perjalanan yang lebih cepat, kini situasinya berbalik drastis.
Pantauan Kompas.com menunjukkan lalu lintas kembali padat di sejumlah titik utama seperti Pancoran, TB Simatupang, Sudirman, hingga Manggarai.
Kemacetan merayap nyaris tanpa jeda, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.
Fenomena ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan potret bagaimana mobilitas warga Jakarta kembali mencapai titik sibuk dalam waktu singkat.
Para pekerja komuter, pengguna kendaraan pribadi, hingga penumpang transportasi umum, kini kembali menghadapi tantangan yang sama: beradaptasi dengan kepadatan kota.
Baca juga: Mudik Pakai Perahu Kayu ke Bekasi: Bebas Macet, Murah, tapi Penuh Risiko
Jalanan Kembali Sesak, Waktu Tempuh Makin Panjang
Di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026) sore, kepadatan lalu lintas terlihat mengular. Kendaraan bergerak perlahan, bahkan sesekali berhenti total.
Di tengah kondisi tersebut, Alwan (34), karyawan swasta asal Depok, menepi sejenak setelah menembus kemacetan dari arah Pasar Minggu.
Ia mengaku situasi pasca Lebaran tahun ini terasa berbeda. Jika biasanya ada jeda beberapa hari dengan kondisi jalan yang masih lengang, kini kepadatan datang lebih cepat.
“Biasanya habis Lebaran itu ada jeda agak lengang beberapa hari, tapi sekarang rasanya cepat banget padatnya. Baru juga masuk kerja, jalanan sudah macet di mana-mana,” ujar Alwan.
Perjalanan dari Depok menuju kawasan Kuningan yang biasanya memakan waktu sekitar satu jam kini bisa mencapai hampir dua jam.
Menurutnya, titik kemacetan juga semakin menyebar dan tidak terpusat di satu lokasi.
Sebagai seorang sales dengan mobilitas tinggi, kondisi ini berdampak langsung pada pekerjaannya. Jadwal pertemuan dengan klien kerap terganggu akibat keterlambatan.
“Kalau sudah kena macet, jadwal jadi mundur semua. Kadang harus reschedulemeeting karena telat,” ucap dia.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Alwan kini berangkat lebih pagi, sekitar pukul 05.30, serta mengandalkan aplikasi navigasi untuk mencari jalur alternatif.