Menteri LH Tekankan Pengelolaan Sampah Efektif Dimulai dari Rumah Tangga

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sederhana, sehingga beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat berkurang signifikan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Hanif saat meninjau langsung praktik pemilahan sampah rumah tangga di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

“Kita belum melihat pengelolaan sampah yang selesai 100 persen di kawasan perkotaan. Di Rorotan ini kita mencoba pola sederhana dan efisien, dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga. Tekanan ke Bantargebang harus dikurangi. Kalau sampah organik bisa diselesaikan di rumah, beban TPA akan jauh berkurang,” ucapnya, dikutip dari siaran pers Kementerian LH, Jumat (27/3). 

Menteri Hanif menambahkan, pemilahan sampah bukan sekadar memisahkan organik dan anorganik, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan lingkungan. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau bahan bakar alternatif, sementara sampah anorganik yang terpilah lebih mudah dikumpulkan dan diproses kembali.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Hanif juga meninjau Bank Sampah Unit (BSU) Koepoe-Koepoe dan Bio Reaktor Kompos di Kelurahan Rorotan. Kedua fasilitas ini menjadi contoh nyata penerapan pemilahan dan pengolahan sampah organik di tingkat lokal. Bank Sampah Koepoe-Koepoe mengelola sampah rumah tangga secara sistematis dan melibatkan partisipasi warga, sementara Bio Reaktor Kompos memproses sampah organik menjadi kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan kegiatan pertanian kota.

Selain itu, di RW 06, Kelurahan Rorotan, warga mulai menjalankan pemilahan sampah secara bertahap selama sebulan terakhir, dengan dukungan aktif dari kader RT dan RW. Lurah Rorotan, Ahmad Fitroh, mengatakan, “Upaya ini merupakan hasil kerja sama warga dan pemerintah setempat. Kami ingin menunjukkan kontribusi nyata masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.”

Baca Juga: Prabowo Minta Jajaran Menteri Percepat Program Sampah Jadi Energi Listrik

Baca Juga: Ajinomoto Kurangi 1.736 Ton Plastik di Tengah Lonjakan Sampah Nasional

Menteri Hanif juga mendorong warga untuk menerapkan kebiasaan sederhana lainnya, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memanfaatkan wadah makanan dan minum ulang, serta mendukung Bank Sampah atau program pengolahan sampah berbasis komunitas.

KLH/BPLH bersama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara akan terus memonitor dan mengevaluasi implementasi program pilah sampah ini. Hasil evaluasi akan menjadi acuan untuk mendorong penerapan model serupa di kelurahan lain di DKI Jakarta maupun secara nasional. Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah dari rumah, memperkuat ekonomi sirkular, serta mendukung program nasional pengelolaan sampah dan ketahanan lingkungan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkomdigi: PP TUNAS Dibuat untuk Lindungi Data Privasi Anak
• 19 menit lalukumparan.com
thumb
Elkan Baggott Ungkap Apa yang Bisa Diberikannya ke Timnas Indonesia, Soroti Adanya Pemain Diaspora
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Full Support, Pramono Dukung Program Prabowo Bangun Rumah Warga Bantaran Rel Senen
• 2 jam laludisway.id
thumb
Ancelotti Kecewa Brasil Kalah dari Prancis
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arus Balik Malam Ini Padat: Rest Area Penuh, Pengendara Berhenti di Bahu Jalan
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.