jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui usulan efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan catatan kualitas makanan tidak boleh menurun.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program tanpa memberikan beban berlebih pada APBN.
BACA JUGA: MBG Jadi Sasaran Hoaks Lagi, BGN Sampaikan Klarifikasi
Ia juga mengklarifikasi bahwa usulan efisiensi anggaran tersebut justru berasal dari Badan Gizi Nasional (BGN), bukan dari Kementerian Keuangan.
“Selama ada efisiensinya, saya setuju saja, dan enggak mengurangi kualitas makannya sendiri,” kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat.
BACA JUGA: MBG Bakal Diberikan Selama 5 Hari, Alasannya Penghematan
Dalam skema terbaru, program MBG direncanakan berjalan lima hari dalam sepekan sebagai bagian dari langkah efisiensi. Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga manfaat program bagi masyarakat tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan.
Purbaya menilai arah kebijakan program tersebut masih berada pada jalur yang tepat.
BACA JUGA: Efisiensi MBG Bisa Menghemat Rp 40 Triliun Per Tahun
Saat ini Pemerintah tengah menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi terkini, termasuk opsi pengurangan hari operasional.
Menkeu menilai perubahan skema menjadi lima hari tidak mengurangi tujuan utama program, melainkan untuk mengatur ritme pelaksanaan agar lebih efisien dan berkelanjutan.
Pemerintah sendiri ingin memastikan setiap belanja negara memberikan dampak optimal bagi masyarakat.
“Artinya (efisiensi MBG) menyesuaikan dengan perkembangan keadaan. Jadi harusnya tidak ada masalah,” tuturnya..
Selain program MBG, Purbaya juga menyiapkan langkah efisiensi pada pos belanja lainnya di seluruh kementerian dan lembaga. Upaya ini menjadi bagian dari tahap lanjutan dalam penataan anggaran negara.
“Di tempat lain di seluruh kementerian ada efisiensi. Ada tahap ketiga. Pokoknya yang tahap ketiga itu kita desain untuk menutup kekurangan anggaran yang ada,” kata Bendahara Negara itu.
Meski demikian, ia belum merinci total nilai efisiensi yang akan dilakukan karena pemerintah masih melakukan perhitungan terhadap kebutuhan anggaran dan potensi penghematan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




