Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyoroti aspek keselamatan dalam operasional TransJakarta. Hal ini menyusul sejumlah kejadian di lapangan, untuk evaluasi demi peningkatan kualitas.
“Beberapa peristiwa di lapangan, tabrakan, sopir ngantuk, kemudian ada orang memanfaatkan jalur TransJakarta sehingga terjadi senggolan yang seperti itu menjadi tantangan tersendiri bagi TransJakarta untuk ditertibkan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara HUT TransJakarta, Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menegaskan, Pemprov DKI memberikan dukungan penuh kepada TransJakarta untuk melakukan penertiban dan perbaikan di lapangan. Langkah tegas diperlukan untuk mencegah kejadian serupa.
Baca Juga :
TransJakarta Dorong Ekonomi DKI Tembus Rp3,2 Triliun“Pemerintah DKI Jakarta memberikan support sepenuhnya kepada TransJakarta untuk melakukan penertiban yang seperti itu termasuk memberikan teguran sanksi bagi operator atau bagi sopir yang lalai,” tegasnya.
Bus TransJakarta. Foto: Istimewa
Pramono juga meminta jajaran manajemen TransJakarta mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. Evaluasi menyeluruh dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik.
“Beberapa kali saya sudah meminta secara langsung kepada Bapak Dirut untuk mengambil tindakan tegas yang seperti itu,” ujar Gubernur DKI Jakarta.
Pemprov DKI menilai peningkatan keselamatan menjadi kunci seiring tingginya jumlah pengguna TransJakarta. Perbaikan layanan diharapkan berjalan seiring dengan ekspansi jaringan dan pertumbuhan penumpang yang kini telah mencapai 1,4 juta perhari.




