Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. resmi mengumumkan status darurat energi nasional imbas ancaman gangguan pasokan bahan bakar akibat agresi Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran. Status darurat ini akan berlaku selama satu tahun ke depan.
Dalam kebijakan tersebut, Presiden Marcos akan memimpin langsung komite darurat untuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar, pangan, obat-obatan, produk pertanian, serta kebutuhan pokok lainnya.
Pemerintah juga menginstruksikan aparat untuk menindak tegas praktik penimbunan, spekulasi harga, dan manipulasi pasokan bahan bakar.
Baca Juga :
Filipina Gandeng AS untuk Dapatkan Minyak dari Negara TerlarangSebagai langkah antisipasi dampak ekonomi, pemerintah Filipina meluncurkan program subsidi bahan bakar bagi pengemudi kendaraan umum. Pemerintah Filipina memberikan bantuan finansial secara langsung kepada sektor transportasi di tengah melonjaknya harga minyak global
"Setiap unit bus akan menerima subsidi sebesar Peso 10 ribu dan kami berharap kerja sama dari para operator serta pengemudi agar masyarakat tidak terbebani tarif transportasi," kata Marcos, dalam program Metro Hari Ini Metro TV, Jumat, 27 Maret 2026.




