Jakarta, VIVA – Kembalinya Feby Febiola ke dunia akting bukan sekadar comeback biasa. Setelah cukup lama vakum sekitar 10 tahun, ia justru memilih proyek yang penuh makna spiritual, yakni film horor religi Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Keputusan ini bukan tanpa alasan, karena film tersebut ternyata sudah lama ia impikan sejak menonton seri pertamanya.
Alih-alih hanya tertarik pada cerita horor, Feby melihat film ini sebagai ruang refleksi iman. Ia mengaku tersentuh secara emosional sejak pertama kali mengenal kisah Kuasa Gelap, hingga akhirnya memanjatkan doa agar suatu hari bisa terlibat di dalamnya. Tak disangka, kesempatan itu benar-benar datang. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
- VIVA/Trisya Frida
“Jadi waktu saya nonton kuasa gelap satu saya nangis, saya berdoa semoga film ini bisa membawa orang yang menonton kepada pertobatan. Dan saya dalam hati bilang, Tuhan tolong dong kasih kesempatan untuk bisa main film seperti ini (dan terjadi),” ungkap Feby saat konferensi pers di Jakarta pada Jumat, 27 Maret 2026.
Dalam film ini, Feby memerankan karakter Linda, seorang istri dari Halim yang diperankan oleh Ferry Salim. Meski tidak banyak membocorkan detail cerita, ia memberikan gambaran bahwa karakter yang ia mainkan memiliki dimensi spiritual yang kuat.
“Karakter Linda di sini saya nggak mau spill banyak, tapi yang jelas di mata saya Linda ini adalah pejuang iman Tuhan,” jelasnya.
Lebih jauh, Feby juga mengaku bahwa saat pertama kali membaca naskah, ia langsung merasakan kedalaman emosi dari karakter tersebut. Baginya, Linda bukan sosok yang kuat dalam arti konvensional, melainkan seseorang yang bersandar penuh pada kekuatan Tuhan.
“Terus terang waktu baca Linda saya terharu karena saya melihat di sini tuh ada sosok yang dibilang kuat banget nggak, tapi kalau pun dia kuat itu bukan karena dia tapi kekuatan Tuhan,” jelasnya lagi.
Film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah sendiri menjadi kelanjutan dari kisah sebelumnya dengan pendekatan yang lebih berani. Disutradarai oleh Rizal Mantovani, film ini menggabungkan dua tema besar yang jarang diangkat bersamaan, yakni pesugihan dan eksorsisme dalam sudut pandang iman Katolik.





