Perang Berkepanjangan Bisa Ganggu Perdagangan, Ini Antisipasi Mendag

republika.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memastikan pemerintah telah mengantisipasi potensi gangguan pasokan bahan baku pupuk di tengah dinamika perdagangan global. Budi mengatakan pemerintah fokus menjaga stabilitas pasokan dalam negeri melalui diversifikasi sumber impor bahan baku.

“Kita sudah antisipasi untuk bahan baku misalnya. Jadi, terutama yang impor, kita cari alternatif pasar atau barangnya. Substitusi barangnya bisa diambil dari negara yang ada atau komoditas yang sama dari negara lain,” ujar Budi di Jakarta, Jumat.

Baca Juga
  • Investor Ragu Ketegangan Perang akan Mereda, Rupiah dan IHSG Melemah
  • AS dan Israel Dilaporkan Berselisih Soal Rencana Akhiri Perang dengan Iran
  • Ramadhan dan Lebaran di Tengah Perang, Mampukah Ekonomi Tumbuh di Atas 5 Persen?

Menurut dia, pemerintah telah menyiapkan langkah pengalihan sumber impor apabila terjadi hambatan pasokan dari negara tertentu.

Selama ini, Indonesia banyak mengimpor sejumlah komoditas strategis, termasuk energi dan bahan baku industri, dari kawasan Timur Tengah serta negara-negara Eurasia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Untuk sektor pupuk, Budi menjelaskan bahwa Indonesia selama ini memperoleh pasokan dari negara-negara Eropa Timur dan Asia Tengah, seperti Kazakhstan dan Uzbekistan.

Jika terjadi gangguan distribusi global, kata Budi, sumber impor tersebut dapat dialihkan ke negara lain dengan komoditas serupa.

“Sebenarnya kita impor pupuk dari Eropa Timur cukup banyak, seperti dari Kazakhstan, Uzbekistan, dan negara-negara Eurasia lainnya. Itu bisa dialihkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini pemerintah belum menerima laporan adanya kesulitan pasokan bahan baku pupuk dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pupuk. Hal tersebut menjadi indikator bahwa kondisi pasokan masih terkendali.

Namun demikian, Budi menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan perdagangan global, terutama karena persaingan mendapatkan bahan baku pupuk di pasar internasional semakin ketat.

Budi berharap diversifikasi sumber impor mampu menjaga stabilitas ketersediaan pupuk nasional.

“Sampai sekarang belum ada laporan dari pihak BUMN. Artinya, belum ada keluhan kepada kami,” imbuh Budi.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kontak Mata Bayi Bukan Sekadar Interaksi, Ini Manfaatnya!
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov Jateng dan dua pemda kelola sampah jadi listrik
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Mantan Sekretaris MA Nurhadi Bantah Terima Gratifikasi dan TPPU
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Banjir Brebes Sempat Genangi Jalur Mudik, Menteri PU Minta Normalisasi Sungai Dimulai dari Muara
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Polda Jatim Gelar KRYD, Layanan Pengamanan Arus Balik Pascaoperasi Ketupat Semeru 2026
• 22 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.