BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi cuaca Sabtu, 28 Maret 2026 signifikan akan melanda berbagai wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer yang dinamis berisiko meningkatkan pembentukan awan hujan secara masif, terutama di sejumlah titik yang menjadi jalur utama arus balik Lebaran.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Peringatan ini ditujukan khususnya bagi pengguna transportasi darat, laut, dan udara agar tetap aman selama perjalanan kembali ke kota asal.
Dinamika Atmosfer Tingkatkan Aktivitas KonvektifBMKG mencatat adanya peningkatan aktivitas konvektif yang dipengaruhi oleh anomali OLR, MJO, serta gelombang ekuator di sejumlah wilayah Indonesia. Fenomena ini terpantau aktif di wilayah Samudera utara, Jawa, Sulawesi Utara, pesisir timur Sulawesi, Laut Halmahera, Laut Banda, Laut Arafuru, Samudera Hindia selatan Jawa, hingga Maluku dan Papua.
Baca juga : Cuaca Hari Ini 25 Maret 2026, Siklon Tropis Narel Picu Cuaca Ekstrem, Jawa Barat hingga NTT Perlu Waspada
Selain itu, sirkulasi siklonik diperkirakan terbentuk di Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Laut Banda, serta Samudera Pasifik utara Papua. Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari Samudera Hindia barat Sumatera Utara hingga Aceh, pesisir barat Lampung hingga selatan Jawa Barat, serta dari Laut Arafuru hingga Laut Banda.
Kombinasi dinamika atmosfer tersebut secara langsung meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia dalam skala luas.
BMKG memberikan perhatian khusus pada wilayah berikut yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat:
- Aceh
- Banten
- Jawa Tengah
- DI Yogyakarta
- Bali
- Nusa Tenggara Barat
- Nusa Tenggara Timur
- Papua Tengah
- Papua Selatan
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca hari ini melalui laman resmi bmkg.go.id serta kanal media sosial resmi. Kewaspadaan ekstra sangat diperlukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, dan jarak pandang yang berkurang akibat hujan lebat.





