Denpasar: Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid meninjau langsung kualitas internet di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan layanan digital saat arus balik Lebaran di kawasan strategis pariwisata berjalan dengan optimal.
Meutya terlihat berdialog dengan pengelola bandara serta penyedia layanan telekomunikasi yang mendampinginya, untuk mendapatkan gambaran langsung terkait kendala di lapangan. Beberapa aspek yang menjadi perhatian ialah kekuatan sinyal di ruang tunggu, area kedatangan, serta akses WiFi gratis bagi penumpang.
Menurut Meutya, selama dibukanya Posko Ramadan dan Idulfitri pada 13 hingga 30 Maret 2026, kecepatan internet secara nasional cukup baik. Rata-rata kecepatan unduh mencapai 95 Mbps dan kecepatan unggah rata-rata 42 Mbps.
Baca Juga :
Menkomdigi Sebut Masih Ada Daerah Wisata di Bali Belum Masuk SinyalPeningkatan kualitas dan kecepatan internet menjadi salah satu prioritas pemerintah, terutama di Bali sebagai destinasi wisata internasional dengan kecepatan internet 105 Mbps.
"Jadi artinya cukup terjaga dan khusus untuk Bali itu kurang lebih rata-ratanya 105 Mbps, jadi di atas rata-rata nasional. Dan khusus untuk Bandara Ngurah Rai, ini tadi kecepatannya di atas 200 Mbps bahkan sampai 250 Mbps," kata Meutya, dalam program Newsline Metro TV, Jumat, 27 Maret 2026.
Untuk menjamin kualitas jaringan selama arus mudik dan arus balik Lebaran, Kemenkomdigi bersama dengan operator seluler mendirikan 500 posko di seluruh Indonesia.
"Jadi teman-teman operator terima kasih sudah bekerja untuk menjaga konektivitas yang baik, dan yang kami kawal juga tidak hanya untuk operator seluler saja, tapi juga frekuensi yang aman untuk penerbangan," ucapnya.




