Bisnis.com, GARUT — Jumlah penumpang kereta api yang berangkat dari Stasiun Garut selama periode Angkutan Lebaran 2026 mengalami lonjakan signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Daop 2 Bandung mencatat kenaikan sebesar 48% dibandingkan hari biasa.
Hingga Jumat (27/3/2026), rata-rata jumlah penumpang harian di stasiun tersebut mencapai 1.976 orang. Angka ini meningkat dari kondisi normal yang berada di kisaran 1.337 penumpang per hari. Lonjakan ini terjadi baik pada layanan kereta api jarak jauh maupun kereta lokal yang melayani mobilitas harian masyarakat di wilayah selatan Jawa Barat.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan selama masa Lebaran menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api.
Selain faktor ketepatan waktu, kenyamanan dan aspek keselamatan turut menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih transportasi.
“Kereta api menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk perjalanan mudik dan balik. Kami melihat tren positif ini sebagai bentuk kepercayaan pelanggan yang terus tumbuh,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Secara rinci, pada hari biasa jumlah penumpang kereta api jarak jauh yang berangkat dari Stasiun Garut tercatat sekitar 590 orang per hari. Sementara itu, layanan kereta lokal atau commuter line melayani sekitar 747 penumpang setiap harinya.
Baca Juga
- Satu Remaja Hilang Terseret Arus di Pantai Timur Pangandaran
- Arus Balik H+6 Lebaran, Jalur Nasional Cirebon hingga Kuningan Kembali Lancar
- Garut Catat Kenaikan Trafik Data Tertinggi Saat Lebaran 2026
Namun selama periode Angkutan Lebaran, kedua layanan tersebut mengalami peningkatan.
Kuswardojo mengatakan, penumpang kereta api jarak jauh naik menjadi rata-rata 704 orang per hari. Sementara lonjakan paling mencolok terjadi pada layanan kereta lokal yang mencapai 1.272 penumpang per hari.
Ia menambahkan, Stasiun Garut saat ini memiliki peran strategis sebagai simpul transportasi di kawasan selatan Jawa Barat. Selain melayani perjalanan jarak jauh, stasiun ini juga menjadi andalan masyarakat untuk aktivitas komuter, terutama selama masa libur panjang seperti Lebaran.
"Dari Stasiun Garut, masyarakat dapat mengakses layanan kereta api jarak jauh seperti KA Cikuray dan KA Papandayan yang menghubungkan Garut dengan sejumlah kota tujuan. Selain itu, tersedia pula layanan kereta lokal yang menunjang mobilitas harian masyarakat di wilayah operasional Daop 2 Bandung," ujarnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama masa Angkutan Lebaran, KAI Daop 2 Bandung melakukan berbagai langkah penguatan layanan. Di antaranya melalui optimalisasi sarana dan prasarana, penambahan petugas di stasiun, hingga pembukaan posko pelayanan terpadu yang turut melibatkan komunitas pecinta kereta api.
Upaya tersebut dilakukan guna memastikan kelancaran operasional serta menjaga kenyamanan dan keamanan pelanggan selama perjalanan. Terlebih pada periode Lebaran yang identik dengan tingginya volume pergerakan masyarakat di berbagai daerah.





