Negosiasi Alot di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Ini Alasan Iran Belum Buka Selat Hormuz untuk Kapal Pertamina

tvonenews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berdampak langsung pada distribusi energi global, termasuk bagi Indonesia. Pemerintah hingga kini masih berupaya keras agar dua kapal tanker milik PT Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat keluar dari Selat Hormuz yang sempat ditutup oleh Iran.

Penutupan jalur vital tersebut bukan tanpa alasan. Iran mengambil langkah strategis sebagai respons atas serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Akibatnya, lalu lintas kapal tanker dari berbagai negara pun terganggu, termasuk Indonesia.

Selat Hormuz Jadi Titik Kunci Perdagangan Minyak Dunia

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia, terutama untuk distribusi minyak mentah dari kawasan Timur Tengah. Ketika jalur ini terganggu, efeknya langsung terasa pada pasokan energi global.

Indonesia, yang masih bergantung pada impor minyak mentah, menjadi salah satu negara yang terdampak. Dua kapal tanker Pertamina yang membawa pasokan penting bagi kebutuhan energi nasional kini tertahan dan belum bisa melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air.

Negosiasi Tidak Mudah, Pemerintah Akui Proses Berjalan Alot

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa proses negosiasi dengan pihak Iran masih berlangsung dan tidak berjalan mudah. Pemerintah terus melakukan komunikasi intensif agar kapal Indonesia mendapatkan izin melintas.

Menurut Bahlil, situasi ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena melibatkan banyak kepentingan dan antrean panjang dari negara-negara lain yang juga terdampak.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah meminta waktu untuk menyelesaikan proses diplomasi ini secara hati-hati dan terukur, mengingat situasi geopolitik yang masih belum stabil.

Iran Terapkan Kebijakan Selektif, Tidak Semua Negara Diizinkan

Salah satu faktor utama yang membuat proses ini menjadi sulit adalah kebijakan Iran yang membuka Selat Hormuz secara terbatas. Negara tersebut hanya memberikan izin kepada negara-negara yang dianggap memiliki hubungan baik atau “bersahabat”.

Beberapa negara yang telah mendapatkan izin antara lain:

  • China

  • Rusia

  • India

  • Irak

  • Pakistan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fitri Tropica Kenang Momen Bareng Vidi Aldiano, Sebut sang Penyanyi Real Duta Persahabatan
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Momen Prabowo Sambut Anwar Ibrahim di Istana, Diiringi Lagu Rasa Sayange
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Siap Inventarisasi Bantaran Rel Usai Instruksi Presiden Prabowo, Penataan Dimulai dari Pasar Senen
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Disetujui Allegri hingga Ibrahimovic, AC Milan Siap All-out Demi Wonderkid Yunani di Bursa Transfer Musim Panas
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Okupansi KAI Daop 4 Semarang Tumbuh 15% Sepanjang Lebaran
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.