Presiden Filipina Tetapkan Darurat Energi 1 Tahun, Stok BBM Tinggal 45 Hari

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr. resmi menetapkan status darurat energi nasional selama satu tahun. Kebijakan ini diambil menyusul dampak perang di Timur Tengah yang mengancam stabilitas pasokan energi negara tersebut.

Pemerintah Filipina menyebut konflik di kawasan di Timteng telah memicu risiko serius terhadap ketersediaan energi domestik. Dalam pernyataan resminya, pemerintah menegaskan kondisi ini sebagai ancaman mendesak.

Baca Juga :
Filipina Pastikan KTT ke-48 ASEAN Tetap Digelar, tapi Jadi Sederhana
Viral di Media Sosial Warga Filipina Jalan Kaki ke Kantor Imbas Krisis BBM

“Status darurat energi nasional dengan ini dinyatakan seiring konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah, serta ancaman nyata terhadap ketersediaan dan stabilitas pasokan energi negara,” demikian isi perintah Presiden Filipina dalam keterangan tertulisnya dikutip dari The Guardian, Sabtu, 28 Maret 2026. 

Perintah Filipina juga memberi wewenang kepada Departemen Energi untuk mengambil tindakan tegas bagia pihak-pihak nakal yang melakukan penimbunan maupun mengambil keuntungan yang tidak wajar dari menjual bahan bakar minyak (BBM).

Viral di media sosial warga filipina berjalan kaki ke kantor imbas krisis BBM
Photo :
  • x.com/@sprinterpress

Data pemerintah per 20 Maret menunjukkan cadangan bahan bakar Filipina hanya cukup untuk sekitar 45 hari ke depan. Untuk mengantisipasi krisis energi, pemerintah tengah mengupayakan tambahan pasokan sekitar 1 juta barel minyak guna memperkuat cadangan energi nasional.

Duta Besar Filipina untuk AS, Jose Manuel Romualdez, mengatakan pihaknya tengah mengajukan permohonan pengecualian kepada  mengimpor negara-negara pengimpor minyak yang terkena sanksi Amerika Serikat (AS). Langkah ini untuk memastikan pasokan bahan bakar nasional tersedia.

Pemerintah juga memberikan kewenangan lebih luas kepada Departemen Energi untuk mengambil tindakan langsung terhadap praktik penimbunan atau spekulasi harga bahan bakar, serta mempercepat pengamanan kontrak pasokan energi.

“Deklarasi ini akan memungkinkan pemerintah (melalui Departemen Energi) dan lembaga terkait mengambil langkah responsif dan terkoordinasi dalam menghadapi risiko gangguan pasokan energi global dan dampaknya terhadap ekonomi domestik,” lanjut pernyataan tersebut.

Di sektor domestik, pemerintah mulai menyalurkan bantuan sebesar 5.000 peso kepada pengemudi ojek dan pekerja transportasi umum guna meredam dampak kenaikan harga BBM. Selain itu, layanan bus gratis juga disediakan bagi pelajar dan pekerja di sejumlah kota.

Sebagai informasi, penetapan status darurat energi karena Filipina merupakan salah satu negara yag sangat bergantung pada impor bahan bakar. Sekitar 60 persen kebutuhan listrik negara tersebut masih berasal dari batu bara.

Baca Juga :
RI Mulai 'Kencangkan Ikan Pinggang', Gedung DPR Dipadamkan Setiap Malam hingga Jatah BBM Pejabat Dikurangi
Bahlil Ingatkan Warga Hemat Energi, Matikan Kompor Jika Masakan Sudah Matang
Kuota Warga Malaysia Beli BBM Subsidi Dipangkas, Jadi 200 Liter per Bulan Mulai 1 April

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman, Produksi Beras Diproyeksi Tembus 47 Juta Ton
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolda Riau Tanam Pohon dan Beri Bantuan Mesin Ketinting untuk Nelayan Pulau Rupat
• 16 jam laludetik.com
thumb
Ilusi Kebahagiaan Digital: Menggugat Standar Pernikahan Era Media Sosial
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Konser Comeback BTS Ditonton 18,4 Juta Orang di Seluruh Dunia
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Timnas Indonesia vs Bulgaria di Final FIFA Series 2026, John Herdman Bocorkan Persiapannya
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.