Jembatan di Lumbang Probolinggo Ambles, Akses Wisata Madakaripura Terputus

suarasurabaya.net
5 jam lalu
Cover Berita

Akses utama menuju destinasi wisata Air Terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terputus usai jembatan penghubung di wilayah tersebut ambles pada Sabtu (28/3/2026) dini hari.

Umar Syarif Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo, menjelaskan jembatan penghubung itu ambles atau ambrol akibat intensitas hujan tinggi dan faktor usia bangunan.

“Investigasi awal kejadian ini jam 02.00 dini hari tadi ya. Karena memang dari sore hujan sangat lebat sekali, walaupun durasinya berhenti-lebat begitu hingga pagi ini. Mengakibatkan jembatan, sebenarnya gorong-gorong menggunakan Aramco dan itu sudah lama sekali. Mungkin karena faktor karat sehingga tidak kuat menahan beban tanah di atasnya, sehingga ambles,” ujar Umar Syarif saat on air di Radio Suara Surabaya, Sabtu pagi.

Kalaksa BPBD menyebut, ada dua korban luka akibat kejadian ini. Keduanya yakni warga setempat yang saat kejadian sedang melintas menggunakan motor dan terperosok ke dalam lubang jembatan yang ambles.

Umar Syarif menjelaskan, keduanya berhasil dievakuasi dan saat ini tengah menjalani perawatan di Puskesmas Lumbang karena mengalami luka-luka di bagian kepala, tangan, dan kaki.

“Alhamdulillah hanya luka-luka, terjatuh dan sepeda motornya hanyut terpelosok ke bawah. Saat ini sedang di Puskesmas Lumbang,” tambah Umar.

Adapun putusnya jembatan ini membuat akses menuju Air Terjun Madakaripura lumpuh, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. BPBD bersama Forkopimca Lumbang telah memasang police line dan water barrier di lokasi untuk mencegah warga mendekati titik amblesan yang cukup dalam.

BPBD, kata Umar Arief, saat ini tengah menelusuri jalur alternatif lama, untuk melihat kemungkinan apakah jalur tersebut masih layak digunakan sebagai akses sementara warga.

“Untuk saat ini belum bisa ke Madakaripura, tidak ada jalur lain. Kami masih mencoba menelusuri jalur alternatif, dulu pernah ada jalantapi masih kita telusuri lagi apakah masih layak digunakan atau butuh perbaikan. Kami juga fokus membersihkan jalur sungai di bawah agar tidak terjadi bendung alami yang bisa menyebabkan banjir bandang,” jelasnya.

Adapun untuk warga di Desa Negororejo itu dipastikannya tidak terisolasi akibat putusnya jalur tersebut, karena masih ada jalur lain yang berbatasan dengan Kabupaten Pasuruan.

“Namun memang untuk akses ke ibu kota, kecamatan, ke atau ke kantor kecamatan dan sebagainya itu memang tidak bisa. Yang ini masih kami carikan alternatif pagi ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kalaksa BPBD juga mengungkapkan bahwa kerusakan infrastruktur di Kabupaten Probolinggo dalam tiga bulan terakhir sangat masif. Tercatat ada 39 jembatan yang mengalami kerusakan, dengan 24 di antaranya putus total.

BPBD Probolinggo telah melaporkan kondisi ini ke BPBD Provinsi Jawa Timur untuk permohonan bantuan jembatan darurat (bailey). “Beberapa sudah kami tangani dan juga kami minta bantuan provinsi. Insyaallah akan ada beberapa juga yang akan mereka tangani oleh provinsi,” jelasnya. (bil/iss)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekayasa Lalin Disiapkan untuk Sambut 22 Persen Pemudik yang Belum Balik ke Jakarta
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Susunan Pemain Indonesia vs Saint Kitts: Elkan Kembali Starter
• 17 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Menkomdigi: TikTok Komitmen Nonaktifkan Akun Pengguna di Bawah 16 Tahun
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Presiden Prabowo Bahas Prospek Ekonomi dan Perkuat Peran Danantara Bersama Ray Dalio di Istana Merdeka
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Sebut WFA Bukan Beban bagi Pemprov DKI, Janji Layanan Masyarakat Tak Terganggu
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.