Pria berinisial S, yang merupakan warga negara Singapura, sempat dilaporkan hilang di Jakarta. Penemuan jasad S di Bendung Menganti, aliran Sungai Citanduy, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) menjadi titik awal terungkapnya pembunuhan sadis yang dialami korban.
"Awalnya ada penemuan mayat, kemudian kami mendapat informasi orang hilang di Jakarta," kata Kapolresta Cilacap, Kombes Budi Adhy Buono, dilansir detikJateng, Sabtu (28/3/2026).
Hal itu disampaikan Budi saat konferensi pers di Mapolresta Cilacap, Jumat (27/3). Dalam kasus ini, polisi menerapkan dua warga Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) berinisial H dan K sebagai tersangka dengan jeratan pasal pembunuhan berencana.
Warga Singapura berusia 80 tahun itu, jelas Budi, dihabisi kedua pelaku pada 16 Februari 2026 pukul 19.30 WIB, dengan cara dipukul pada bagian leher sebanyak dua kali menggunakan bambu di Perumahan Bumi Mutiara Indah, Sukabumi. Budi mengungkap H dan K membungkus jasad korban dengan plastik yang dicor semen sebagai pemberat.
"Dibuang di sungai atau bendungan tersebut, agar jenazah tidak muncul ke permukaan karena digunakan pemberat dari adonan semen," terangnya.
Namun rencana H dan K menutupi kejahatan mereka tak membuahkan hasil. Karena jasad S ditemukan mengapung oleh warga pada Jumat, 20 Februari pukul 14.30 WIB.
Baca selengkapnya di sini.
(aud/imk)





