Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif merupakan mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang memiliki potensi setara dengan kekayaan tambang.
Saat melakukan visitasi ke kantor Katadata Indonesia di Jakarta, Jumat malam, Teuku Riefky menekankan pentingnya kolaborasi berbasis data untuk mengakselerasi 17 subsektor ekraf di seluruh daerah.
“Pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto melihat potensi ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Ekonomi kreatif atau industri kreatif ini seperti the new mining atau tambang baru yang tersebar di seluruh daerah dan harus kita kelola bersama,” ujar Teuku Riefky sebagaimana dilansir dari siaran resmi Kementerian Ekonomi Kreatif pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Kehadiran Menteri Ekraf dalam kunjungan tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi dari ekosistem kreatif, khususnya di bidang media guna merumuskan kebijakan yang lebih adaptif. Dalam kunjungan yang didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekraf, Cecep Rukendi serta Direktur Kajian dan Manajemen Strategis, Agus Syarip Hidayat, Menteri Ekraf menjelaskan pentingnya pendekatan berbasis data.
“Potensi ekonomi kreatif berbasis data untuk akselerasi pertumbuhan sangat besar. Kolaborasi dengan Katadata sangat relevan untuk menyusun kebijakan berbasis data. Dari data inilah, kita bisa menentukan arah pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang tepat sasaran,” tegas Menteri Ekraf.
Dalam rangka mendorong capaian positif, Menteri Ekraf juga menyampaikan indikator kinerja utama kementerian dalam empat lini yakni investasi, ekspor, penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi PDB. Tercatat investasi ekraf sudah mencapai 183,01 triliun rupiah atau 134 persen dari target 2025. Selain itu, pertumbuhan PDB ekraf tahun 2024 sebesar 6,57 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,03 persen.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Katadata Indonesia memaparkan berbagai inisiatif strategis, mulai dari penguatan insight data hingga dukungan promosi bagi pegiat UMKM. Katadata menegaskan komitmen untuk menjadi mitra strategis Pemerintah dalam memperkuat narasi informasi berbasis data.
“Katadata sebagai media nasional selalu memiliki data berbasis riset dan komunikasi. Kami percaya masa depan ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada ekosistem kolaboratif yang didukung data, riset, dan narasi yang kuat. Kami juga menginginkan kembali kawasan Blok M sebagai sentra yang tidak hanya untuk pemikiran serta ruang diskusi, tetapi juga oase untuk diskusi kreatif dan budaya,” ungkap Co-founder Katadata Metta Dharmasaputra.
Diskusi tersebut kemudian berlanjut dengan fokus pada titik temu kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan media. Hal ini mencakup dukungan terhadap UMKM, pengembangan kekayaan intelektual, dan pemanfaatan data komprehensif sebagai dasar perumusan kebijakan nasional.
Editor: Redaksi TVRINews





