FAJAR, TEXAS – Akhir pekan ini, mata pencinta balap motor Indonesia akan tertuju pada Circuit of the Americas (COTA). Menjelang debutnya di Moto3 Amerika 2026, talenta muda kebanggaan tanah air, Veda Ega Pratama, mendapatkan bocoran khusus dari seniornya di Moto2, Mario Aji.
Sebagai pembalap yang sudah lebih dulu mencicipi kerasnya aspal dunia, Mario Aji tidak pelit berbagi ilmu. Ia sadar betul bahwa COTA terkenal angker bagi pembalap yang baru pertama kali mengaspal di sana seperti Veda.
Karakter COTA: Lebar, Panjang, dan Teknis
Mario Aji (22) melabeli sirkuit di Texas ini sebagai salah satu trek yang paling sulit untuk dijinakkan. Tantangan utamanya bukan hanya soal kecepatan, tapi soal adaptasi yang kompleks.
“Karakter COTA termasuk salah satu yang paling susah untuk adaptasi, terutama bagi pembalap baru,” ungkap Mario Aji.
Ia mengenang momen debutnya di Moto3 tahun 2021 silam, di mana ia pun sempat terseok-seok mencari feeling yang tepat. COTA memiliki karakter unik karena didesain untuk balap roda dua sekaligus roda empat (F1), yang membuatnya jauh lebih lebar dan panjang dibanding sirkuit konvensional lainnya.
“Jarak sirkuitnya panjang, lebarnya juga cenderung lebih dari yang lain. Jadi sangat teknikal,” tambahnya.
Namun, Mario memberikan suntikan semangat: sekali seorang pembalap menemukan ritme dan titik tricky yang harus dihindari, COTA akan berubah menjadi taman bermain yang menyenangkan.
Dari Game ke Realita
Veda Ega, yang akrab dijuluki “Rocket Boy”, mengakui bahwa bayangan akan keganasan COTA sudah menghantuinya. Menariknya, pembalap berusia 17 tahun ini baru mengenal seluk-beluk lintasan Amerika tersebut melalui layar kaca dan simulasi game.
“Kalau lihat dari layout dan main di game MotoGP saja, rasanya susah ya. Karakternya terus-terusan zig-zag,” aku pembalap Honda Team Asia tersebut.
Kekhawatiran Veda bukan tanpa alasan. Ia mengamati balapan tahun lalu di mana banyak pembalap bertumbangan saat sesi kualifikasi. Tak hanya itu, informasi dari pembalap lain juga menyebutkan bahwa aspal COTA memiliki banyak bump (permukaan tidak rata) yang bisa mengganggu stabilitas motor.
“Katanya banyak bump-nya juga. Jadi ya, kita lihat besok. Semoga saya punya feeling bagus sejak hari pertama,” harap Veda.
Ujian Nyata Sang Rocket Boy
Meski dibekali pengalaman virtual dan “bisikan” rahasia dari Mario Aji, tantangan sesungguhnya bagi Veda tetaplah aspal panas Texas yang asli. Dukungan penuh dari publik Indonesia diharapkan mampu menjadi tambahan tenaga bagi Sang Rocket Boy untuk terbang tinggi di Negeri Paman Sam. (*)
Jadwal Balapan Moto3 Amerika 2026
Jumat 27 Maret 2026
21.00-21.35 WIB – Free Practice 1 Moto3
Sabtu 28 Maret 2026
01.15-01.50 WIB – Practice Moto3
21.25-21.55 WIB – Free Practice 2 Moto3
Minggu 29 Maret 2026
00.45-01.25 WIB – Kualifikasi Moto3
Senin 30 Maret 2026
00.00 WIB – Race Moto3





