Perbankan Perketat Prudential Measures di Tengah Risiko Geopolitik Global

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Industri perbankan nasional meningkatkan penguatan kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (prudential banking) di tengah meningkatnya risiko global, dipicu eskalasi konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan berpotensi menekan stabilitas harga komoditas strategis, khususnya minyak mentah.

Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery Gunardi, menegaskan bahwa meskipun volatilitas eksternal meningkat, indicator fundamental perbankan domestik masih berada pada level yang solid. 

Hal ini tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat.

“Kami melihat risiko global meningkat, terutama melalui transmisi kenaikan harga energi dan volatilitas pasar keuangan. Dalam konteks ini, perbankan akan semakin memperkuat prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan kualitas aset,” ujar Hery.

Perbanas mencatat sejumlah langkah mitigasi telah dan terus diperkuat oleh industri perbankan di Tanah Air. 

Beberapa langkah tersebut di antaranya melalui stress test sectoral dan penguatan early warning system untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit. 

Adapun stress test sektoral dilakukan pada sektor-sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi seperti transportasi, logistik, dan manufaktur.

Selain itu, lanjut Hery, perbankan juga  meningkatkan disiplin penyaluran kredit melalui pendekatan risk-based pricing, menjaga kecukupan likuiditas melalui optimalisasi rasio liquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NFSR), serta mengelola eksposur nilai tukar secara lebih konservatif melalui strategi lindung nilai dan pengendalian posisi devisa neto.

“Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” tambahnya.

Dengan bauran kebijakan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik, meskipun tekanan eksternal berpotensi meningkat dalam jangka pendek hingga menengah. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Salmafina Sunan Speak Up! Singgung Isu Legging Usai Disentil Istri Taqy Malik
• 9 jam laluintipseleb.com
thumb
BPH Migas: Kilang Cilacap optimal jaga stok BBM arus balik Lebaran
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Atlet Transgender Wanita Dilarang Tampil di Olimpiade Mulai 2028
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Exco PSSI Minta Jangan Bawa Persaingan Klub ke Timnas Indonesia setelah Beckham Putra Bikin 2 Gol dan Sempat Dapat Kritikan: Dia Keren
• 3 jam lalubola.com
thumb
Link Live Score Hasil Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, Perjuangan Skuad Garuda
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.