Berlin: Kanselir Jerman Friedrich Merz mempertanyakan efektivitas operasi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, di tengah eskalasi konflik yang terus berlanjut.
“Saya tak yakin apa yang dilakukan Israel dan AS saat ini benar-benar akan berhasil,” ujar Merz dalam konferensi di Frankfurt pada Jumat kemarin.
Ia juga meragukan kejelasan strategi yang dijalankan kedua negara. “Apakah ada strategi, dan apakah strategi itu dijalankan dengan baik?” tanya dia, dikutip dari Antara, Sabtu, 28 Maret 2026.
Menurut Merz, situasi berpotensi berlangsung lebih lama tanpa perbaikan signifikan. Ia menilai AS dan Israel “kian terjerat” dalam konflik, serta memperingatkan bahwa upaya perubahan pemerintahan di Iran, jika itu menjadi tujuan, tidak akan mudah dicapai.
Merz menegaskan konflik tersebut bukan bagian dari operasi NATO, sehingga Jerman tidak dapat terlibat langsung. Meski demikian, Berlin membuka kemungkinan berkontribusi dalam pengamanan Selat Hormuz bersama negara lain jika tercapai gencatan senjata.
Ia menambahkan bahwa setiap keterlibatan militer Jerman memerlukan mandat internasional, persetujuan parlemen (Bundestag), serta keputusan kabinet.
“Kami masih jauh dari itu, dan selama perang terus berlangsung, itu bukan pilihan bagi kami,” ujarnya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran melalui serangan ke Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Baca juga: G7 Desak Iran Pulihkan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz




