Kabar Baik dari Selat Hormuz! Dua Kapal Tanker Pertamina Segera Bebas Usai Sinyal Positif Iran

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Kabar baik datang dari kawasan paling krusial dalam jalur energi dunia. Pemerintah Iran dikabarkan telah memberikan respons positif atas permintaan Indonesia terkait dua kapal tanker milik Pertamina yang sempat tertahan di Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengungkapkan bahwa komunikasi intensif terus dilakukan bersama Kedutaan Besar RI di Teheran guna memastikan keselamatan kapal dan awak.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujar Nabyl, Sabtu (28/3).

Menurutnya, sinyal positif tersebut menjadi titik terang setelah serangkaian upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah. Saat ini, proses lanjutan tengah difokuskan pada aspek teknis dan operasional untuk memastikan kedua kapal dapat segera melintas dengan aman.

Meski demikian, jadwal pasti keberangkatan kapal dari Selat Hormuz masih belum ditentukan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah telah menempuh jalur negosiasi sejak awal Maret untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

Bahlil juga memastikan bahwa situasi tersebut tidak mengganggu ketahanan energi nasional. Pemerintah, kata dia, telah mengantisipasi dengan mencari alternatif pasokan energi dari berbagai negara.

Upaya diplomasi juga diperkuat oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, yang menegaskan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan otoritas Iran.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyampaikan bahwa negaranya tetap membuka akses bagi kapal dari “negara sahabat” untuk melintasi Selat Hormuz. Namun, pembatasan tetap diberlakukan bagi negara yang dianggap berseberangan secara politik.

Dalam daftar tersebut, Iran memberikan akses kepada negara seperti China, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia.

Situasi di Selat Hormuz sendiri sempat memanas. Berdasarkan data pelacakan kapal, sekitar 1.900 kapal dilaporkan tertahan di kawasan tersebut pada periode 20–22 Maret, menegaskan betapa krusialnya jalur ini bagi perdagangan energi global.

Dengan adanya sinyal positif dari Teheran, harapan pun terbuka lebar agar dua kapal tanker Pertamina segera melanjutkan pelayaran, sekaligus meredakan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi Indonesia. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AC Milan Putar Balik! Coret Bomber Argentina dari Daftar Belanja Usai Alami Cedera Serius
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Asbun! Donald Trump Sebut Hormuz "Selat Trump"
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
UGM Ajak Pelajar Kenali Potensi Wisata Bahari Lewat Olimpiade Pariwisata
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PU Tegaskan Kesiapan Tol Trans Jawa Hadapi Puncak Arus Balik 2026
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Korlantas Polri Buka Peluang Berlakukan One Way Nasional Arus Balik
• 13 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.