Pakar Neurologi Ungkap Mengapa Lupa Itu Perlu Bagi Otak Manusia

republika.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mungkin kamu pernah merasakan momen membingungkan saat melangkah mantap ke sebuah ruangan, namun tiba-tiba mematung karena lupa apa yang sebenarnya ingin dicari. Atau mungkin, rasa kesal karena kunci kendaraan entah hilang di mana padahal baru saja ditaruh sekejap.

Perasaan ini sering kali memicu rasa konyol atau bahkan kecemasan akan kesehatan otak. Kabar baik dari dunia sains menunjukkan bahwa fenomena "lupa ingatan" sesaat ini bukan sekadar kegagalan sistem, melainkan bagian dari kecerdasan dan mekanisme kerja otak manusia yang sangat efisien.

Baca Juga
  • Bahaya Kurang Tidur Saat Liburan, Bikin Otak 'Lemot' Pas Masuk Kerja
  • Aktor Korea So Ji-sub Gabung Suarakan Palestina Lewat Film The Voice of Hind Rajab
  • Kapan Waktu Terbaik Jalan Kaki? Sains Punya Jawabannya

Lupa selama ini cenderung mendapatkan reputasi buruk di masyarakat kita, di mana kemampuan mengingat segala hal dengan detail sering dipuja sebagai tolok ukur kecemerlangan. Sebaliknya, menjadi pelupa dianggap sebagai tanda penuaan atau kurang fokus yang memprihatinkan. Namun, para ahli saraf justru melihat fenomena ini dari sudut pandang yang berbeda. Lupa adalah fungsi alami dan penting yang dibutuhkan otak untuk tetap sehat dan mampu memproses informasi baru secara optimal.

Otak (ilustrasi). - (www.freepik.com.)

 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Konsultan neurologi di Rumah Sakit Kailash, Greater Noida, India, dr Shishir Pandey, mengatakan lupa sebenarnya memiliki keuntungan evolusioner yang luar biasa bagi kelangsungan hidup manusia. “Lupa berfungsi sebagai fungsi otak yang memiliki keuntungan evolusioner, menurut penelitian ilmu saraf. Otak menggunakan sistem penyaringannya untuk menilai informasi yang masuk, yang menghasilkan pemilihan data vital sambil membuang wawasan yang kurang penting sepanjang aktivitas sehari-hari,” ujar dr Pandey menjelaskan.

Bayangkan jika otak menyimpan setiap detail kecil tanpa henti, mulai dari warna setiap mobil yang lewat hingga wajah setiap orang asing di jalan. Kapasitas berpikir akan segera penuh dengan data visual yang tidak berguna.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konflik Iran Kian Membara, Pasar Saham AS Nasdaq hingga Dow Jones Merana
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Menghubungkan Industri Pariwisata Global: YeePay Membangun Jembatan antara Tiongkok dan Pasar Penerbangan Internasional
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Sinopsis Drama China Rolling World, Perjuangan Empat Dokter Muda Hadapi Dunia Kedokteran yang Penuh Tekanan
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Polri Ungkap 51 Persen Pemudik Belum Kembali dari Pelabuhan Ketapang
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Purbaya Proyeksi Ekonomi Kuartal I 2026 Tumbuh 5,5 Persen
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.