RIYADH, KOMPAS.TV - Rudal Iran dilaporkan menghajar sebuah pangkalan militer di Arab Saudi pada Jumat (27/3/2026) dan membuat 10 tentara Amerika Serikat (AS) terluka.
Menurut sejumlah pejabat AS, dua dari sepuluh tentara tersebut mengalami luka serius karena serangan tersebut.
Dilansir Associated Press, Sabtu (28/3/2026), dua pejabat AS yang meminta anonimitas mengatakan serangan ke Pangkalan Udara Prince Sultan juga merusak beberapa pesawat pengisian bahan bakar AS.
Serangan Iran yang dilaporkan melibatkan rudal dan drone itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah dihancurkan.
Baca Juga: Israel Klaim Halau Serangan Rudal dari Yaman, Houthi Ikut Terlibat Perang Iran?
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membual bahwa belum pernah terjadi dalam sejarah militer suatu negara bisa dinetralisasi begitu cepat dan efektif.
Ini bukan pertama kalinya Pangkalan Udara Prince Sultan menjadi sasaran Iran.
Pada 1 Maret lalu, pangkalan ini juga menjadi sasaran Iran dan menyebabkan Sersan Angkatan Darat AS Benjamin N. Pennington, 26 tahun, terluka dan kemudian meninggal beberapa hari kemudian.
Ia menjadi salah satu dari 13 tentara AS yang tewas dalam serangan balasan Iran yang digempur AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press
- iran
- rudal iran
- tentara as
- donald trump
- pangkalan militer prince sultan
- Arab Saudi





