JAKARTA, KOMPAS - Seorang perempuan lanjut usia atau lansia terekam mencuri di sebuah toko makanan hewan di Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku.
Kepala Seksi Humas Polres Depok Ajun Komisaris Made Budi, Sabtu (28/3/2026), mengatakan, polisi sudah menerima laporan terkait aksi pencurian tersebut. Dia menyebut, kasus pencurian itu terjadi pada Rabu (25/3/2026) pagi.
Aksi ini pun terungkap berkat kamera pengawas atau CCTV yang berada di dalam toko tersebut. Saat itu, korban yang merupakan penjaga toko sedang membuka dan merapikan rak makanan hewan.
Adapun pelaku yang sudah berusia renta itu masuk ke dalam toko tanpa diketahui. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku tampak menggunakan tongkat dan berjalan terpincang. Namun, keterbatasan itu tidak menghambat pelaku melakukan pencurian.
Made memaparkan, saat berada di dekat meja kasir, pelaku langsung menggasak uang di dalam laci sebesar Rp 1,8 juta. Dia juga mengambil sebuah telepon genggam yang tergeletak di atas meja kasir. "Setelah itu, pelaku langsung pergi," ujarnya.
Setelah itu, korban sempat melihat pelaku berjalan di depannya. Namun, dia tidak menyadari uang dan telepon seluler yang ada di meja kasir telah raib. "Korban baru menyadari telah kehilangan uang dan ponselnya sekitar 30 menit setelah kejadian," ucap Made.
Saat ini, polisi sedang menyelidiki kasus tersebut dan memburu pelaku. Selain di Depok, dugaan upaya pencurian yang dilakukan oleh perempuan lansia juga dilaporkan terjadi di Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.
Kapolsek Jatinegara Komisaris Samsono menuturkan, memang ada video viral yang menunjukan seorang nenek memasuki rumah warga tanpa izin. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Pelaku diduga masuk melalui akses warung yang terhubung langsung ke bagian dalam rumah.
Mengetahui ada orang asing di dalam rumahnya, penghuni kemudian menanyakan maksud dan tujuan nenek tersebut. Lalu, penghuni rumah mengusir nenek tersebut. Sang penghuni memeriksa seluruh bagian rumah. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada barang yang hilang.
Meski demikian, Samsono menyatakan, polisi masih terus memeriksa kemungkinan adanya laporan pidana terkait kejadian tersebut. Kemungkinan kasus di Jatinegara berkaitan dengan pencurian yang terjadi di Depok juga didalami.
Samsono berharap, peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terkait akses masuk ke dalam rumah guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami imbau warga untuk lebih peduli terhadap orang-orang yang tidak dikenal dan hati-hati," kata Samsono.
Kasus pencurian di wilayah Jabodetabek masih kerap terjadi. Pada Senin (23/3/2026), misalnya, dua pencuri kepergok ketika beraksi di salah satu rumah warga di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Mereka menyelinap masuk saat mengetahui rumah korban kosong ditinggal pemiliknya mudik.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Kecapi 5 Jagakarsa, Jakarta Selatan. Kedua pelakunya bernama Wahyu Hidayat (48) dan Tedo Apriyandi (40).
Kapolsek Jagakarsa Komisaris Nurma Dewi menuturkan, kasus ini terkuak setelah korban mengecek CCTV dan melihat gelagat mencurigakan kedua pelaku.
”Korban melihat melalui CCTV, lalu melihat ada orang yang tidak dikenal masuk rumah, sedangkan korban sedang tidak berada di rumah,” katanya, Selasa (25/3/2026). Penghuni rumah yang bernama Fajar Ramdani sedang berada di Bogor, Jawa Barat.
Fajar kemudian menghubungi ibunya dan langsung menginformasikan kejadian itu kepada warga setempat. ”Warga setempat memergoki pelaku yang diduga sedang mencoba melakukan pencurian,” ujar Nurma.
Dalam rekaman video yang beredar viral di media sosial, tampak warga berteriak dan mengerumuni kedua pelaku yang tengah berupaya mencuri. ”Cepat keluar,” teriak warga.
Setelah itu, pelaku pun keluar satu per satu. Mereka sempat menyangkal hendak mencuri, tetapi tidak digubris oleh warga. Dari penuturan warga lain, keduanya diduga kerap mencuri.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin menuturkan, keberadaan CCTV sangat membantu kepolisian untuk mengungkap segala aksi kejahatan, mulai dari tindak pidana ringan hingga berat.
Dalam sejumlah kasus pencurian, pembegalan, hingga tindak kejahatan lainnya, pelaku dapat ditangkap setelah petugas menelusuri rekaman CCTV. Oleh karena itu, keberadaan CCTV, terutama yang memiliki resolusi tinggi, sangat membantu mempercepat pengungkapan kasus.
Kami imbau warga untuk lebih peduli terhadap orang-orang yang tidak dikenal dan hati-hati





