Seorang perempuan mengaku mengalami pelecehan seksual hingga diancam oknum pengemudi taksi online (taksol). Korban mengatakan saat itu dirinya hendak menuju apartemen di Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus) dari Stasiun Gambir.
Dia mengatakan driver taksol tersebut awalnya hanya mengajak mengobrol. Namun, driver tersebut malah melakukan pelecehan terhadap penumpang.
"Emang beliau dari awal sering ngajak ngobrol basa-basi sampai sempet ngelus kaki sampe naik ke pahaku, kayak (tanya) 'kenapa di Jakarta, sama siapa, ngapain?'. Kayak kesannya makin ke sini malah ke mana-mana pertanyaannya," kata korban saat dihubungi, Sabtu (28/3/2026).
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (14/3) sore sekitar pukul 15.40 WIB. Korban yang risi lalu merekam video ulah pengemudi taksol tersebut.
"Itu saya ngevideoin karena emang tujuannya emang nggak nyaman, saya kira cuma dengan pertanyaan yang hanya kayak ya udah gitu, saya nggak ekspek kalau bakal begitu ending-nya," ucapnya.
Dia mengatakan driver taksol tersebut menaruh anggapan negatif karena dirinya tinggal di hotel. Korban mengatakan dirinya tinggal di hotel karena datang dari luar kota.
Dia mengatakan driver taksol itu menyelesaikan order perjalanan padahal belum sampai tujuan. Kemudian driver tersebut melakukan kekerasan seksual terhadap korban.
"Belum ada setengah perjalanan, beliau sudah nge-end-kan orderan saya, itu saya nggak ngeh. Terus mobil dimasukin jalanan sepi, hanya bisa 1 jalur. Di situ lah kejadian, dia lompat ke belakang," ujarnya.
Pelaku lalu menindih korban dan mengambil handphone (HP). Korban memberontak dengan memukul kaca mobil. Pelaku juga mengancam nyawa korban.
"Dia meminta password HP saya agar location saya dimatikan, kalau nggak, aku bakal didordor," ucap korban.
Kemudian, ada mobil membunyikan klakson berkali-kali karena tertutup aksesnya oleh mobil taksol yang berhenti di tengah jalan. Korban mengatakan mobil yang ditumpanginya berhenti di jalan lorong belakang apartemen kawasan Harmoni.
(jbr/imk)





