Aturan Pembatasan Medsos Anak Dinilai Efektif, Tapi Lingkungan Jadi Tantangan

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - PP Tunas (Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak) mulai berlaku pada Sabtu (28/3/2026) dan mendapat dukungan dari sejumlah orangtua, termasuk warga Cilincing, Jakarta Utara.

Salah satunya, Syamsudin (38), yang menilai pembatasan akses media sosial bagi anak efektif untuk mengurangi dampak negatif penggunaan gawai.

Namun, ia mengakui faktor lingkungan masih menjadi tantangan dalam penerapannya.

“Menurut saya berguna dan sangat baik untuk meminimalisir dampak buruk dari media sosial,” katanya kepada Kompas.com saat ditemui di kawasan Ancol, Sabtu.

Baca juga: Aturan Medsos untuk Anak Mulai Berlaku, Orangtua Juga Minta Perketat Filter Konten

Batasi Handphone Hanya Saat Akhir Pekan

Syamsudin mengaku telah lebih dulu menerapkan pembatasan penggunaan gawai kepada anaknya sebelum aturan pemerintah diberlakukan.

"Anak-anak boleh bermain handphone di hari libur seperti Sabtu dan Minggu dengan dua jam bermain,” ujarnya.

Selain membatasi waktu, ia juga mengontrol jenis konten yang diakses anak.

"Iya (konten untuk anak dibatasi), sebenarnya lebih ke pembatasan game dan yang dilihat di medsos," jelasnya.

Ia menambahkan, dirinya tidak pernah memberikan akses akun media sosial pribadi kepada anak sebagai bentuk pengawasan.

Baca juga: “Enggak Dikasih Salah, Berlebihan Juga Salah,” Curhat Ayah 3 Anak soal PP Tunas

Lingkungan Jadi Tantangan

Meski telah menerapkan aturan di rumah, Syamsudin mengakui masih ada kendala dalam mengarahkan anak agar tidak selalu menggunakan gadget.

"Anak-anak sifatnya masih belum memahami dunia luas, jadi tetap perlu dibimbing," ucapnya.

Ia juga menyoroti faktor lingkungan tempat tinggal yang dinilai belum sepenuhnya mendukung aktivitas anak di luar rumah.

“Lingkungan sekitar saya enggak terkontrol dan terlalu bebas, jadi kurang mendukung untuk anak,” ungkapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Karena itu, ia lebih memilih mengarahkan anak untuk melakukan aktivitas lain yang lebih positif.

“Anak-anak mendingan belajar atau sekalian ajak berlibur,” tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Tegaskan Peran Strategis Kereta Api dalam Mendukung Konektivitas Nasional Saat Angkutan Lebaran 2026
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Propam: Kasat Binmas Bulukumba Pukul Warga karena Rumah Ortu Dilempari Batu
• 25 menit lalukumparan.com
thumb
Langgar Gencatan Senjata, Serangan Israel di Gaza Tewaskan Satu Warga Palestina
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Detik-detik Marc Marquez Alami Kecelakaan 190 Km/Jam di FP1 MotoGP Amerika 2026
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
DKI Percepat Relokasi Warga TPU ke Rusun
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.