Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Trenggalek
Komitmen menghadirkan negara di tengah masyarakat kembali diwujudkan Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini melalui penyerahan ambulans kemanusiaan serta bantuan sembako bagi kelompok rentan di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek.
Kegiatan yang dirangkai dengan buka puasa bersama itu dihadiri unsur Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Karangan, TP PKK, tokoh agama, serta masyarakat dari Kecamatan Karangan, Suruh, dan Tugu.
Dalam sambutannya, Novita menegaskan bahwa bantuan ambulans tersebut merupakan hasil dari aspirasi masyarakat yang diperjuangkan agar layanan kesehatan semakin mudah diakses, khususnya bagi warga kurang mampu.
“Ambulans ini bukan milik pribadi, tetapi milik masyarakat Trenggalek. Ini adalah wujud nyata perjuangan aspirasi agar warga bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan cepat saat kondisi darurat,” ujar Novita dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menjelaskan ambulans tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari rujukan pasien ke fasilitas kesehatan hingga membantu warga yang mengalami kendala transportasi medis.
Selain itu, Novita juga menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadhan.
Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
“Kita semua adalah satu keluarga besar. Jika ada saudara kita yang kesulitan, maka sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk hadir dan saling menguatkan,” kata Novita.
Ia juga mengajak para kepala desa dan pemangku wilayah untuk memastikan ambulans tersebut dapat digunakan secara optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini turut berlangsung di lingkungan Klinik Aba Husada yang diapresiasi atas dukungannya dalam menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan bagi warga sekitar.
Melalui kegiatan tersebut, Novita menegaskan bahwa kerja politik harus memberikan manfaat nyata dan langsung dirasakan masyarakat.
“Negara harus benar-benar hadir. Tidak boleh ada warga yang merasa berjalan sendirian ketika menghadapi kesulitan,” tutur Novita.
Editor: Redaksi TVRINews





