Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan seluruh layanan publik kembali berjalan optimal seiring berakhirnya libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Momentum ini dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui aktifnya kembali layanan tatap muka, dukungan transportasi yang telah normal, serta optimalisasi layanan digital yang tetap siaga. Selain itu, kanal pengaduan masyarakat dipastikan beroperasi dengan sistem respons cepat agar setiap aspirasi dapat ditangani secara efektif dan tepat waktu.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama setelah Lebaran.
“Dengan kembalinya aktivitas masyarakat, kami memastikan seluruh unit kerja siap memberikan layanan yang cepat, mudah diakses, dan berkualitas, sekaligus menjaga produktivitas agar kepercayaan publik tetap terjaga,”ujar Suharti dalam keterangan tertulis, Sabtu, 28 Maret 2026.
Di wilayah Sumatra, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Riau, Nilam Suri, menyampaikan bahwa layanan tatap muka telah kembali dibuka sejak 25 Maret 2026 melalui Unit Layanan Terpadu (ULT). Sementara itu, layanan digital tetap beroperasi 24 jam melalui kanal pesan cepat.
“Layanan yang paling banyak diakses saat ini berkaitan dengan informasi SPMB dan Tes Kemampuan Akademik (TKA),” jelasnya.
BPMP Riau juga menyediakan layanan keterbukaan informasi publik melalui PPID serta layanan konseling daring sebagai dukungan psikologis. Untuk menjaga kualitas layanan, pengaduan digital dioptimalkan selama 24 jam dan dilakukan evaluasi berkelanjutan melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM).
Sementara itu di wilayah Jawa, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas, menyatakan bahwa layanan publik telah kembali beroperasi secara penuh sejak dua hari terakhir. Kesiapan dilakukan dengan memastikan seluruh sistem layanan, baik tatap muka maupun digital, berjalan normal.
Ia menjelaskan, layanan yang paling banyak diakses masyarakat meliputi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), kerja sama, narasumber, serta layanan ahli bahasa.
“Optimalisasi layanan daring, pengaturan prioritas, serta pemanfaatan sistem digital kami lakukan agar layanan tetap efektif, efisien, dan responsif,”ucapnya.
Dari Kalimantan, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kalimantan Barat, Eka Khristiyanta Purnama, menyampaikan bahwa layanan publik telah berjalan normal, dengan layanan konsultasi terkait guru dan tenaga kependidikan (GTK) menjadi yang paling banyak diakses.
Layanan tatap muka juga diperkuat melalui Unit Layanan Terpadu dengan sistem piket harian. Selain itu, pemanfaatan kanal digital seperti laman resmi, media sosial, dan WhatsApp terus dioptimalkan untuk menjangkau masyarakat secara luas.
Sementara itu, BPMP Kalimantan Barat memastikan layanan tetap menjangkau wilayah terpencil melalui penguatan layanan luring dan daring secara bersamaan. Seluruh pegawai telah kembali bekerja penuh tanpa skema Work From Anywhere (WFA), disertai konsolidasi internal guna memastikan program prioritas tetap berjalan, termasuk penguatan Data Pokok Pendidikan dan digitalisasi satuan pendidikan.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa periode pasca-Lebaran menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Melalui sinergi layanan tatap muka dan digital, serta komitmen peningkatan kinerja, diharapkan seluruh kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan dapat terlayani secara optimal.
Editor: Redaksi TVRINews





