Laba BRMS Diramal Tembus Rp1,6 Triliun di 2026, Intip Target Harga Sahamnya

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan emas, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) diramal akan meraup laba US$94 juta atau sekitar Rp1,60 triliun (kurs Rp16.979 per dolar AS) pada 2026.

Analis UOB Kay Hian Indonesia, Maskun Ramli dalam risetnya 27 Maret 2026 menjelaskan bahwa proyeksi laba tersebut didasarkan atas ekspektasi peningkatan kapasitas tambang emas carbon in leach (CIL) Plant 1 dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari yang ditargetkan proyek ini selesai dalam kuartal keempat 2026.

Maskun menjelaskan bahwa dalam proses peningkatan kapasitas tersebut kemungkinan produksi dalam jangka pendek akan turun seiring dengan proses konstruksi dan aktivias pusback atau proses pengupasan lapisan tanah penutup (overburden) yang masih berlangsung. Di sisi lain, CIL plant kedua telah beroperasi pada kisaran produksi 4.500 ton per hari sejak pertengahan 2025 yang bisa mengimbangi penurunan tersebut.

"Dengan volume penjualan yang lebih tinggi 6,8% year on year (YoY), asumsi harga emas yang lebih tinggi, harga minyak yang lebih tinggi, serta tidak adanya pelepasan aset dan write-off, kami memproyeksikan laba 2026 tumbuh menjadi US$94 juta, atau naik 86,8% yoy," tulis Maskun dalam risetnya, dikutip Sabtu (28/3/2026).

Tenaga tambahan lainnya yang dapat mendorong kinerja laba perseroan adalah pengembangan tambang bawah tanah di Poboya yang diperkirakan mulai berproduksi pada pertengahan 2027.

Maskun menghitung, ekspansi CIL dan peningkatan produksi bawah tanah akan mendukung proyeksi produksi 2030 menjadi sebesar 246.000 ons emas.

Baca Juga

  • Emiten Emas Kongsi Bakrie-Salim BRMS Beberkan 3 Strategi Prioritas
  • Balik Arah BlackRock Cs di BRMS Saat Harga Emas Melemah
  • Manajemen Rajin Borong Saham BRMS, Ungkap Tekanan Global Penyebab Harga Turun

Maskun mencatat, hanya dalam kuartal IV/2025 atau September-Desember 2026, laba bersih BRMS mencapai US$12 juta, menguat 37,7% YoY atau melemah 19,7% secara kuartalan (QoQ).

Penurunan laba secara kuartalan ini disebabkan volume penjualan emas yang turun 12,7% QoQ akibat aktivitas pushback yang berlangsung hingga kuartal I/2026, namun didukung oleh average selling price (AVP) yang menguat 20,2% QoQ.

Sementara pada 2025 penuh BRMS meraup laba bersih US$50,08 juta, melonjak dibanding US$25,12 juta pada periode yang sama 2024. Laba bersih ini mencapai 119% dari estimasi sekuritas disebabkan oleh ASP yang lebih tinggi dari ekspektasi.

Sejalan dengan realisasi kinerja BRMS 2025 dan outlook 2026, UOB Kay Hian Sekuritas menyematkan rekomendasi buy dengan target harga Rp1.330, menaikkannya dari target harga sebelumnya di Rp1.080. Pada penutupan pasar Jumat (27/3) BRMS tak berubah dari level Rp710, mencerminkan koreksi 35,45% year to date (YtD).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dua Pendiri Perusahaan Teknologi China Tambah Kaya US$14 Miliar Berkat AI, Siapa Mereka?
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Ambrosini Sarankan Milan Jual Pulisic
• 31 menit lalumedcom.id
thumb
Pelatih St Kitts and Nevis sesali dua gol pertama Indonesia
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Arus Balik Mudik Lebaran: Jalur Kalimalang Ramai Lancar, Pemudik Pakai Trotoar untuk Istirahat
• 31 menit laluidxchannel.com
thumb
Menekraf apresiasi Blok M sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.