Kunjungan ke pusat perbelanjaan selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 tercatat meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memperkirakan kenaikan mencapai sekitar 10-15 persen, dibanding tahun sebelumnya.
Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, mengatakan lonjakan kunjungan tak terjadi pada hari pertama Idulfitri, melainkan mulai terlihat pada hari kedua setelah masyarakat bersilaturahmi.
"Kunjungan yang signifikan ke Pusat Perbelanjaan pada saat liburan Idulfitri terjadi pada saat Idulfiitri hari kedua," kata Alphonzus kepada kumparan, Sabtu (28/3).
Dia menjelaskan, peningkatan ini merupakan pola yang berulang setiap tahun. Pusat perbelanjaan menjadi destinasi alternatif masyarakat setelah kegiatan utama Lebaran bersama keluarga.
Namun, tren diperkirakan tak berlangsung lama. APPBI memprediksi kunjungan bakal mulai menurun pada Senin (30/3) pekan depan, seiring berakhirnya masa libur panjang dan masuknya periode low season bagi industri ritel.
Selama Ramadan hingga Idufitri, hampir seluruh kategori produk mencatatkan peningkatan penjualan. Meski demikian, terjadi pergeseran pola konsumsi masyarakat, terutama menjelang dan selama libur Lebaran.
"Masyarakat cenderung berbelanja barang ataupun produk kategori makanan dan minuman (food and beverages) serta hiburan (entertainment)," tutur Alphonzus.
Saat ini, rata-rata mal baik yang berlokasi di kota besar maupun di luar kota besar mengalami peningkatan kunjungan. Ini terjadi karena adanya peningkatan insfrastruktur seperti tol.
"Terutama jalan tol, sehingga terjadi pertukaran kunjungan. Masyarakat kota besar melakukan mudik ataupun wisata, tapi sebaliknya juga masyarakat di luar kota besar berkunjung ke kota besar pada saat liburan Idulfitri," terang dia.





