JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga yang tinggal di atas lahan proyek pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) baru di Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat mulai membongkar rumahnya secara mandiri.
Lurah Kamal, Edy Sukarya, menyebut dari total 127 kepala keluarga (KK) terdampak, sebanyak 68 warga telah lebih dulu memilih pindah dan membongkar bangunannya sejak bulan Ramadan.
“Kemarin selama bulan puasa itu sudah ada 68 yang keluar secara mandiri. Itu memang mereka yang tidak mau ke rusun tapi sudah ikhlas. Bahkan ada yang barangnya sudah tidak ada, rumahnya tinggal siap bongkar,” ujar Edy saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (27/3/2026).
Menurut dia, sebagian besar warga yang pindah mandiri memilih mengontrak di sekitar wilayah Kamal.
Baca juga: Pemkot Jakbar Terbitkan SP3, Warga Diminta Kosongkan Lahan TPU di Kamal Kalideres
Pihak kelurahan juga membantu proses perpindahan, termasuk menyediakan kendaraan angkut agar warga tidak terbebani biaya.
“Yang minta dicarikan mobil losbak juga kami bantu, supaya tidak perlu keluar ongkos lagi,” kata dia.
Edy menyebut target pengosongan lahan ditetapkan satu pekan setelah Idul Fitri 1447 Hijriah. Untuk itu, pihak kelurahan akan mulai melayangkan Surat Peringatan Ketiga (SP3) kepada warga yang masih bertahan.
“Memang targetnya seminggu setelah Lebaran itu selesai, jadi mulai diberikan SP3 untuk warga yang masih menempati. Warga sebenarnya sudah tahu harus pindah, tapi prosedur tetap harus dijalankan,” ujarnya.
Baca juga: Kerap Picu Macet di Cawang, Pemkot Jaktim Tegur Tempat Usaha yang Gunakan Bahu Jalan
Relokasi ke Rusun Masih BertahapPada awal April, sebanyak 16 keluarga dijadwalkan direlokasi ke rumah susun sebagai tahap kedua relokasi.
Sebelumnya, pada Januari, sebanyak 20 keluarga telah dipindahkan ke Rusun Pesakih dan Rusun Tegal Alur.
“Sisanya sekitar 33 KK masih dalam status abu-abu, menunggu kepastian apakah akan bongkar mandiri atau direlokasi,” kata Edy.
Ia mengakui ketersediaan unit rusun menjadi tantangan, karena banyak warga menginginkan lokasi yang dekat, sementara unit terbatas.
“Rusun ini yang minat banyak, bukan cuma warga Kamal tapi warga se-Jakarta,” ujarnya.
Baca juga: Pulang Mudik Naik Perahu Tradisional Bekasi-Cilincing: Murah, Satu Jam Sampai
Janji Pendekatan HumanisEdy memastikan proses relokasi akan dilakukan secara bertahap dan mengedepankan pendekatan humanis tanpa kekerasan.
“Arahan pimpinan, kita tidak pakai kekuatan. Kita utamakan dialog dan pendekatan yang manusiawi,” ucapnya.





