Roket Artemis II Tiba di Landasan, NASA Siap Kirim Astronaut ke Bulan Lagi April

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Misi ambisius NASA untuk kembali mengirim manusia mengelilingi Bulan semakin dekat. Roket raksasa penopang misi Artemis II akhirnya kembali ke landasan peluncuran untuk kedua kalinya, bersiap mencetak sejarah yang belum pernah dilakukan lagi dalam 50 tahun terakhir.

Roket Space Launch System (SLS) setinggi 98 meter bersama wahana antariksa Orion telah menyelesaikan perjalanannya sejauh 6,4 kilometer dari gedung perakitan raksasa (Vehicle Assembly Building/VAB) menuju Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat.

BBC melaporkan proses pemindahan ini tidak dilakukan dengan terburu-buru. Dimulai pada pukul 00:20 waktu setempat dalam kondisi gelap gulita, roket perlahan merayap menuju pesisir Atlantik.

Sebagai gambaran, roket dan platform peluncurannya ini memiliki tinggi melebihi menara jam Big Ben dengan berat mencapai 5.000 ton. 'Raksasa' ini diangkut menggunakan Crawler-Transporter-2, sebuah kendaraan beroda rantai mirip tank yang dibangun NASA pada 1965 silam untuk memindahkan roket Bulan Saturn V.

Kecepatan maksimal kendaraan ini hanya 1,6 km/jam, dan berjalan lebih lambat lagi saat melewati tikungan atau tanjakan menuju landasan. Alhasil, perjalanan singkat sejauh 6 kilometer itu bisa memakan waktu hingga 12 jam.

Kecepatan bak siput ini disengaja. NASA mengibaratkannya seperti sedang membawa "vas Ming yang sangat berharga". Gerakan yang lambat dan ekstra lembut ini sangat penting untuk mengurangi tekanan pada roket dan menara peluncuran yang bernilai miliaran dolar tersebut. Kecepatan ini juga memberi kesempatan bagi tim untuk memantau pergerakan benda yang pada dasarnya adalah 'gedung pencakar langit berjalan'.

Roket Sempat Alami Masalah Teknis

Kembalinya SLS ke landasan adalah kabar baik. Sebab, pada bulan Maret lalu, roket ini terpaksa ditarik kembali ke dalam gedung perakitan karena ada gangguan pada sistem helium yang terdeteksi saat uji coba pengisian bahan bakar. Helium sangat krusial untuk memberi tekanan pada tangki propelan, dan kerusakan sistem ini bisa membahayakan performa mesin tahap atas.

Ketimbang mengambil risiko, teknisi NASA memilih membawa roket pulang ke VAB agar mereka bisa leluasa mengganti katup dan komponen yang bermasalah. Mereka juga menukar baterai pada beberapa sistem penting. Kini, masalah tersebut diklaim sudah beres.

Sesampainya di landasan peluncuran saat ini, para teknisi akan menghabiskan waktu beberapa hari untuk memastikan perbaikan berjalan sempurna. Mereka juga akan melakukan simulasi hitung mundur peluncuran tanpa pengisian bahan bakar. Setelah semua beres, tim manajemen misi NASA akan bertemu untuk memutuskan kelayakan peluncuran.

Jadwal peluncuran dan kru Artemis II

Kru Artemis II terdiri dari empat astronaut tangguh: Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Mereka saat ini sudah memasuki masa karantina prapenerbangan dan akan segera terbang ke Florida menjelang peluncuran untuk berlatih memakai baju luar angkasa (spacesuit) hingga simulasi menuju landasan.

Misi Artemis II akan berlangsung selama 10 hari. Para astronaut akan terbang mengelilingi sisi jauh Bulan sebelum akhirnya kembali pulang ke Bumi. Ini akan menjadi misi berawak pertama dalam program Artemis.

Lantas, kapan mereka akan terbang?

NASA menargetkan jendela peluncuran pertama pada 1 April pukul 18:24 EDT (Eastern Daylight Time) waktu setempat. Jika percobaan pertama ini tertunda, NASA telah menyiapkan deretan jendela peluncuran cadangan pada tanggal 2, 3, 4, 5, dan 6 April. Kesempatan terakhir peluncuran di bulan tersebut jatuh pada tanggal 30 April.

Keberhasilan misi Artemis II ini sangat krusial. Jika lancar, misi ini akan membuka jalan bagi uji coba berawak selanjutnya, yakni Artemis III di orbit Bumi yang dijadwalkan pada 2027, dan bermuara pada Artemis IV di tahun 2028 yang ditargetkan akan kembali mendaratkan kaki astronaut di permukaan Bulan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PP Tunas Diterapkan, Lestari Moerdijat Ajak Lindungi Anak di Ruang Digital
• 5 jam laludetik.com
thumb
Pramono Sebut Program Mudik ke Jakarta Tingkatkan Wisatawan dan Pengguna Transum
• 41 menit lalukumparan.com
thumb
Pelatih Bulgaria Tak Suka dengan Kebobolan 2 Gol Melawan Kepulauan Solomon: Pantang Terulang Vs Timnas Indonesia
• 2 jam lalubola.com
thumb
Prabowo Bakal Bangun Hunian Layak Usai Blusukan ke Bantaran Rel, Pramono Janji Support
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Efisiensi DPR: WFH Jumat, Listrik Mati Pukul 18.00, Layanan ke Dewan Tak Berkurang
• 19 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.