Unhas–AS Perkuat Kolaborasi Strategis Ketahanan Kesehatan Global

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin memperkuat kolaborasi internasional di bidang kesehatan global dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia melalui pertemuan strategis bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter M. Haymond. Pertemuan berlangsung di Stanford US-Unhas Center, Kampus Tamalanrea, Makassar, Sabtu (28/03).

Pertemuan ini menjadi forum untuk memperdalam kerja sama berbasis kebutuhan strategis dengan orientasi pada dampak jangka panjang. Fokus utama mencakup peningkatan kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit serta penguatan sistem kesehatan masyarakat yang adaptif terhadap dinamika global.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa isu planetary health menjadi salah satu pilar utama dalam pengembangan kolaborasi ke depan. Pendekatan ini menekankan keterkaitan antara kesehatan manusia, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan yang membutuhkan sinergi lintas disiplin dan sektor.

Dalam kerangka tersebut, Unhas mengambil peran sebagai penghubung untuk mendorong integrasi kebijakan, riset, dan implementasi program, khususnya dalam memperkuat kontribusi kawasan Indonesia Timur dalam agenda kesehatan global.

“Melalui berbagai program strategis yang dikembangkan, Unhas berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya secara optimal,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.

Ia juga menyoroti pentingnya pemerataan pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang selama ini masih cenderung terpusat di Pulau Jawa. Menurutnya, penguatan kolaborasi internasional menjadi langkah strategis untuk memperluas peran perguruan tinggi di tingkat global.

Sementara itu, Dubes Peter M. Haymond menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki arah yang jelas dengan sejumlah program prioritas yang dapat segera diimplementasikan. Dukungan difokuskan pada kolaborasi yang berorientasi pada hasil, keberlanjutan, dan dampak jangka panjang.

“Unhas memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak yang dapat melibatkan universitas lain. Kami melihat peluang besar bagi Unhas untuk memimpin kolaborasi dan menjadi rujukan dalam pengembangan riset akademik di kawasan ini,” ujarnya.

Salah satu pilar utama kolaborasi adalah keberlanjutan kerja sama dengan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, khususnya melalui program Field Epidemiology Training Program (FETP). Program ini berperan dalam mencetak epidemiolog yang kompeten serta memperkuat kapasitas respons kesehatan masyarakat di Indonesia.

Selain itu, kolaborasi juga mencakup pengembangan skema hibah untuk mendorong kemitraan antara institusi di Amerika Serikat dan perguruan tinggi di Indonesia, dengan Unhas sebagai institusi penggerak utama dalam memperluas jejaring kerja sama.

Secara keseluruhan, inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas global, meningkatkan kualitas riset dan pendidikan, serta membangun kapasitas institusi yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan kesehatan di tingkat nasional maupun global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Ini, Kereta Api Keberangkatan Gambir Berhenti di Jatinegara
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mahfud MD Kenang Mantan Menhan Juwono Sudarsono Sebagai Ilmuwan Besar
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Foto: Semarak Festival Balon Udara Pekalongan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
One Way Diterapkan di KM 263-70, Kendaraan Arah Transjawa Diimbau Manfaatkan Akses Keluar Alternatif
• 2 menit laluokezone.com
thumb
Daftar Link CCTV Pantau Arus Balik 2026 di Ruas Tol dan Non Tol, Pemudik Wajib Cek Berkala
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.