Daftar Negara yang Kantongi Izin Melewati Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Indonesia?

narasi.tv
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Iran secara resmi memberikan akses khusus bagi kapal-kapal tanker dari sejumlah negara untuk melewati Selat Hormuz di tengah blokade jalur perdagangan minyak dunia.

Seperti kita ketahui bersama pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, termasuk di Teheran, serangan tersebut menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian melakukan balasan, dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Peningkatan ketegangan di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto terhadap Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Situasi itu juga berdampak terhadap tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan sehingga mendorong terjadinya lonjakan harga.

Negara yang Mendapatkan Izin Melintasi

Berikut daftar negara yang mengantangi izin melewati Selat Hormuz, ada negara tetangga Indonesia

Pakistan

Pakistan menjadi salah satu negara yang berhasil mendapatkan izin untuk melintasi Selat Hormuz dalam situasi ketegangan internasional saat ini. Kapal tanker berbendera Pakistan yang disebut Karachi melintasi selat tersebut dengan mendapat persetujuan dari pihak Iran.

India

India juga menjadi negara yang diizinkan oleh Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Beberapa kapal tanker, termasuk yang mengangkut gas minyak cair (LPG), telah berhasil melintas dengan aman. Komunikasi yang terjalin antara pemerintah India dan Iran memainkan peranan penting dalam kelancaran operasional ini.

Turki

Dari negara anggota NATO, Turki adalah satu-satunya negara yang berhasil mendapatkan izin untuk melintas. Satu kapal milik Turki berhasil melintasi setelah mendapat persetujuan dari otoritas Iran. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun situasi semakin tegang, ada saja jalur-jalur yang dapat dikerjasamakan antara Iran dan negara-negara lain.

Thailand

Thailand mengantongi izin Iran sehingga kapal tankernya kini bisa melintasi Selat Hormuz. hal ini disampaikan langsung oleh Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul pada Sabtu, 28 Maret 2026 dalam konferensi pers di Bangkok.

“Kesepakatan telah dicapai agar kapal tanker minyak Thailand dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz,” ujarnya, seperti dikutip dari AFP.

Malaysia

Tidak hanya Thailand, sebagai negara tetangga Indonesia, Malaysia juga telah kantongi izin untuk melewati Selat Hormuz. Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengungkapkan bahwa kapal-kapal Malaysia kini diizinkan melintasi Selat Hormuz setelah serangkaian pembicaraan dengan para pemimpin kawasan, termasuk Iran.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Kamis, 26 Maret 2026. Anwar juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian karena mengizinkan kapal Malaysia melintas. Ia menambahkan bahwa proses pemulangan kapal tanker minyak Malaysia sedang berlangsung.

Selain enam negara tersebut, Iran juga mengizinkan China, Rusia dan Irak melintasi Selat Hormuz, informasi ini disampiakna langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," kata Abbas Araghchi menurut saluran televisi satelit milik Lebanon, Al Mayadeen.

Araghchi menambahkan bahwa Teheran tidak punya alasan untuk mengizinkan "kapal-kapal musuh" melewati Selat Hormuz.

Dia juga mengatakan kapal-kapal dari Amerika Serikat, Israel, dan beberapa negara Teluk yang berperan dalam krisis saat ini tidak akan diberikan izin untuk transit melalui selat tersebut.

Bagaimana Nasib Kapal Indonesia?

Sejauh ini dua kapal tanker Pertamina milik Indonesia masih tertahan di Teluk Arab dan belum dapat melewati Selat Hormuz. Keduanya adalah PIS VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Namun disisi lain Kementerian Luar Negeri bersama PT Pertamina International Shipping (PIS) mulai membahas teknis pembebasan dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz, setelah upaya negosiasi Indonesia mendapatkan respons positif dari Iran.

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita, Sabtu, 28 Maret 2026. Mengutip ANTARA.

“Kami mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” tambah vega.

Sementara itu menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl, Jumat, 27 Maret 2026.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lepas dari KPK, Jadi Tersangka Kejagung: Jejak Samin Tan Pengusaha Tambang
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Arus Balik Lebaran: Jasa Raharja Pastikan Keselamatan Pemudik di Lintas Sumatra
• 52 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Hasil Latihan Bebas 3 F1 GP Jepang 2026: Duo Mercedes Belum Terbendung, Kimi Antonelli Catatkan Waktu Tercepat
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Bulog Tepis Kabar Isu Dirut Bulog yang Menjabat sebagai Kabais TNI
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
600 Sekolah di Iran Hancur Akibat Serangan AS-Israel
• 2 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.