Cegah Campak pada Orang Dewasa lewat Vaksinasi

metrotvnews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kasus campak tidak hanya mengancam anak-anak, tetapi juga dapat menyerang orang dewasa. Terutama, mereka yang tidak memiliki riwayat imunisasi yang jelas atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Pengamat kesehatan dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Hermawan Saputra menekankan bahwa risiko campak pada orang dewasa perlu dikaji berdasarkan latar belakang imunisasi dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

"Untuk campak pada orang dewasa memang harus dilihat kembali risiko dan juga latar belakangnya. Boleh jadi orang-orang lupa apakah pernah divaksin campak sejak kecil atau bayi, itu bagian dari imunisasi wajib atau lengkap. Tapi kalau orang lupa, di saat dewasa bisa melakukan vaksinasi," kata Hermawan, Sabtu, 28 Maret 2026.
 

Baca Juga :

Pakar Tegaskan Campak Ancam Usia Dewasa, Immunity Gap Jadi Penyebab

Ia menjelaskan bahwa vaksinasi pada orang dewasa tetap memungkinkan dilakukan, bahkan dengan skema dosis tertentu. Namun demikian, Hermawan mengingatkan bahwa ada kelompok dengan risiko lebih tinggi terhadap infeksi campak, yakni mereka yang memiliki penyakit bawaan atau gangguan sistem imun.

"Pada orang-orang tertentu dengan penyakit bawaan, kelainan hormonal, kemudian dia memiliki imunitas yang berbeda. Ada orang-orang dengan penyakit lupus, HIV, itu pasti risikonya lebih besar," jelasnya.

Selain itu, individu dengan komorbid juga perlu meningkatkan kewaspadaan, karena pada prinsipnya campak dapat menyerang siapa saja.

"Intinya campak bisa mengenai siapapun. Tentu cara terbaiknya adalah vaksinasi," tegasnya.


Vaksin/Ilustrasi Medcom.id

Lebih lanjut, Hermawan menambahkan, bagi individu yang akan bepergian ke wilayah dengan kasus campak, vaksinasi tambahan sangat dianjurkan.

"Kalau ke daerah yang memang ada campak, bisa dilakukan double vaksinasi. Nah hal-hal ini harus dilakukan sehingga siapapun itu, apakah dokter, non-dokter, anak, remaja, dewasa, semua akan bisa terlindungi, apalagi yang memiliki kelainan bawaan atau komorbid," ujarnya.

Hermawan pun mengingatkan bahwa gejala campak kerap menyerupai infeksi virus lainnya, sehingga masyarakat perlu lebih waspada.

"Karena gejala campak pada prinsipnya juga hampir sama dengan virus-virus lain. Gejala yang menyebabkan demam tinggi juga nanti akan diikuti ruam khasnya," tuturnya.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya antisipasi, khususnya di wilayah yang telah teridentifikasi memiliki kasus campak, mengingat sifat penularannya yang sangat cepat.

"Maka itu perlu diantisipasi terutama pada daerah-daerah yang memang sudah teridentifikasi ada kasus campak karena sifat penularannya," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Persiapan Capai 100 Persen, Menhaj Pastikan Operasional Haji 2026 Aman di Tengah Dinamika Global
• 22 jam laludisway.id
thumb
Saksikan Siaran Langsung Final FIFA Series 2026: Bulgaria Vs Indonesia
• 4 jam lalubola.com
thumb
[FULL] Gajah Sumatera Ditemukan Tanpa Kepala di Riau, Kapolda Ungkap Fakta Baru | KOMPAS PETANG
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Pemerintah Tetap Fokus Siapkan Pelayanan Ibadah Haji 2026 di Tengah Konflik Timur Tengah
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kronologi Wanita di Medan Ditikam Tetangga Menggunakan Alat Pahat, Korban Alami Luka Parah di Wajah
• 31 menit lalugrid.id
Berhasil disimpan.