JAKARTA, KOMPASTV - Iran memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah bisa menjadi “kuburan bagi tentara Amerika” di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, Sabtu (28/3/2026).
Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Khatam al-Anbiya Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari melalui siaran televisi pemerintah, yang menyinggung langsung Presiden Donald Trump dan pimpinan militer AS.
Eskalasi terjadi setelah Israel melancarkan serangan ke fasilitas nuklir Iran, beberapa jam setelah mengancam akan memperluas operasi militernya terhadap Teheran.
Sebagai balasan, Iran menyerang sebuah pangkalan di Arab Saudi, melukai lebih dari selusin personel militer AS serta merusak sejumlah pesawat.
“Trump dan para komandan tentara AS pasti telah memahami dengan jelas bahwa wilayah tersebut akan berubah menjadi kuburan bagi tentara Amerika, dan mereka tidak akan punya pilihan selain menyerah kepada kehendak ilahi rakyat yang heroik dan para pejuang Islam yang berani,” kata Ebrahim dalam pernyataannya.
Menanggapi situasi dengan Iran, Trump menyebut negara tersebut dalam kondisi tertekan dan membuka peluang negosiasi.
“Mereka sedang dihancurkan. Mereka sedang bernegosiasi. Kita sedang bernegosiasi sekarang. Mereka ingin membuat kesepakatan. Sederhananya, militer kita adalah yang terhebat di dunia. Iran sedang dihancurkan. Terima kasih,” kata Trump dilansir dari Viory.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Novaltri
Baca Juga: Jadi Magnet Wisatawan Lokal, Balon Udara Warna-Warni Hiasi Langit Kota Pekalongan | BERITA UTAMA
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- iran
- trump
- timur tengah





