Polisi Percepat Sistem Satu Arah di Jalur Puncak untuk Antisipasi Lonjakan Kendaraan Wisatawan

pantau.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepolisian Resor Cianjur mempercepat penerapan sistem satu arah dari Puncak menuju Bogor pada Sabtu, 28 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WIB guna mengantisipasi kemacetan akibat tingginya volume kendaraan di jalur wisata tersebut.

Kebijakan ini diambil karena arus kendaraan di jalur Puncak-Cianjur masih padat yang didominasi wisatawan meski volume kendaraan arus balik pemudik terpantau sudah menurun sejak sehari sebelumnya.

Polisi menyebut percepatan rekayasa lalu lintas ini bertujuan mencegah kemacetan total yang berpotensi terjadi pada sore hingga petang hari ketika aktivitas wisata mulai berakhir.

Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Petugas di lapangan melakukan berbagai upaya untuk mencegah antrean panjang kendaraan yang dapat menyebabkan laju lalu lintas terhenti total.

Penutupan arus menuju Bogor sempat diberlakukan dari kawasan Puncak Pass hingga antrean kendaraan di wilayah Bogor mulai mencair.

Setelah kondisi membaik, sistem satu arah kembali diterapkan agar arus kendaraan dapat kembali bergerak normal.

Polisi menerapkan sistem satu arah secara situasional tergantung kondisi volume kendaraan di lapangan.

Rekayasa lalu lintas ini biasanya diberlakukan ketika antrean kendaraan mencapai panjang lebih dari lima kilometer.

Imbauan Hindari Jalur Puncak

Kepadatan arus lalu lintas di kawasan Puncak umumnya terjadi setelah tempat wisata tutup sehingga memicu lonjakan kendaraan secara bersamaan.

Menjelang petang, arus kendaraan dari kedua arah dilaporkan sudah kembali melintas dengan lancar.

Polisi mengimbau pemudik yang akan kembali ke wilayah Jabodetabek dan Banten untuk menghindari jalur Puncak.

Pengendara disarankan menggunakan jalur alternatif seperti Jonggol dan Sukabumi untuk mengurangi kepadatan.

Diperkirakan puncak arus balik Lebaran H+7 akan kembali terjadi pada akhir pekan sehingga langkah antisipasi seperti penyekatan dan penutupan jalur menuju Puncak akan dilakukan secara situasional.

Imbauan tersebut diberikan agar pengendara dapat menghindari kepadatan dan perjalanan tetap lancar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Naik 121 Persen, HRTA Kantongi Laba Hampir Rp1 Triliun di 2025
• 31 menit laluidxchannel.com
thumb
6 Alasan Mengapa Trading Forex Geopolitik Hampir Selalu Menghasilkan Kerugian
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
BEI Soroti Penurunan Free Float MLIA, Ini Penjelasan Manajemen
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Cara Rizki Ridho Satukan Persib dan Persija: Momen Manis di Timnas Indonesia, Bersatu untuk Tujuan yang Sama
• 8 jam lalubola.com
thumb
PP Tunas Resmi Berlaku, Waka MPR: Ciptakan Ruang Digital Aman bagi Anak
• 10 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.