Kekuatan Militer Iran Dilemahkan, Garda Revolusi Putus Asa Rekrut Anak Usia 12 Tahun untuk  Berperang

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel terus melemahkan kekuatan militer rezim Teheran. Basis senjata utama dan pabrik rudal inti Iran dilaporkan telah dihancurkan. Fasilitas penting produksi terkait program nuklir di wilayah tengah juga telah diserang. Dalam kondisi terdesak, Iran bahkan melalui televisi pemerintah secara terbuka merekrut anak-anak berusia 12 tahun untuk ikut serta dalam konflik.

Sebelumnya, fasilitas inti di kota Yazd yang memproduksi rudal dan ranjau laut dilaporkan telah dihancurkan.

Militer Israel menyatakan bahwa fasilitas tersebut terlibat dalam perencanaan, penelitian, pengembangan, perakitan, dan penyimpanan rudal canggih. Rudal tersebut umumnya diluncurkan dari kapal patroli, kapal selam, dan helikopter, serta digunakan untuk menyerang target di laut.

Selain itu, fasilitas penting di Iran tengah yang memproduksi bahan nuklir plutonium, yaitu Arak Heavy Water Reactor, juga menjadi sasaran serangan. Dalam pernyataannya, militer Israel menegaskan tidak akan membiarkan Teheran melanjutkan program nuklir yang dianggap mengancam dunia.

Sementara itu, Pentagon mengungkapkan kepada Reuters bahwa militer AS telah mengerahkan kapal cepat tanpa awak untuk patroli. Beberapa sistem tanpa awak tersebut telah mencatat lebih dari 450 jam operasi di laut dengan jarak tempuh lebih dari 2.200 mil laut. Ini merupakan pertama kalinya AS mengkonfirmasi penggunaan jenis kapal ini dalam konflik nyata.

Laporan juga menunjukkan bahwa sejak eskalasi konflik, sedikitnya 770 anggota Hezbollah telah tewas di Lebanon, termasuk ratusan anggota unit elit “Radwan Force”.

 “Selama bertahun-tahun kami menjaga perbatasan utara dan menghadapi serangan terhadap warga sipil kami oleh Hezbollah. Mereka terus melanggar perjanjian gencatan senjata, melakukan persenjataan ulang dan memperluas arsenal mereka,” kata Menteri Pertahanan Israel Yoav Galant. 

Ia juga menegaskan bahwa Hezbollah masih terus melakukan serangan dari wilayah selatan Lebanon. Jika pemerintah Lebanon tidak melucuti kelompok tersebut, maka militer Israel akan bertindak sendiri.

“Kami tidak akan mengizinkan Hezbollah untuk kembali memperkuat diri, dan akan terus mengambil tindakan militer demi melindungi warga sipil di wilayah utara kami,” tambahnya.

Di tengah kemunduran Iran, laporan The Times of Israel menyebutkan bahwa seorang pejabat Islamic Revolutionary Guard Corps, Rahim Nadali, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa usia minimum rekrutmen diturunkan menjadi 12 tahun. Anak-anak tersebut akan membantu Garda Revolusi dan milisi sukarelawan muda Basij dalam mengumpulkan intelijen keamanan, patroli, dan tugas lainnya saat perang.

Para pengamat menilai bahwa langkah ini menunjukkan IRGC sedang menghadapi krisis kekurangan personel di tengah konflik yang berlangsung.

Selain itu, Iran juga dilaporkan terus mengancam negara-negara Teluk melalui siaran televisi, dengan memperingatkan bahwa hotel mana pun yang menampung pasukan AS akan dianggap sebagai target serangan.

Reporter NTD Television, Wang Ziyi, melaporkan dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat tradisi Lebaran Sapi di Boyolali
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Angkat Topi ke Marc Marquez, Marco Bezzecchi Tak Gentar dengan Rekor Gila The Baby Alien di COTA
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Polresta Manado Komitmen Basmi Sindikat Pengedar Narkoba
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Jessica Iskandar Drop Karena Keracunan Makanan, Vincent Verhaag: Obatnya Cuma Liburan
• 10 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Media Bulgaria Tiba-tiba Sorot Gol Beckham Putra, Singgung Persiapan Panas Lawan Negaranya
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.