BANDUNG, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono menyatakan pihaknya telah menghapus seluruh agenda kunjungan kerja ke luar provinsi dan luar negeri. Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi anggaran di tengah tekanan ekonomi global.
Ono menyatakan kebijakan terebut diambil untuk memastikan struktur APBD Jawa Barat tetap sehat. Menurutnya, anggaran akan dialokasikan sepenuhnya untuk memitigasi bertambahnya angka kemiskinan di Jawa Barat.
"DPRD sudah melakukan penghematan. Misalnya dengan menghapus kunjungan luar provinsi dan luar negeri, serta menekan anggaran makan dan minum," kata Ono Surono di Bandung, Sabtu (28/3/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, DPRD Jawa Barat tengah bersiap menyesuaikan diri dengan kebijakan penghematan BBM yang diwacanakan pemerintah pusat.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Setuju Efisiensi Program MBG, Asal Kualitas Makanan Terjaga
Beberapa langkah yang dipersiapkan di antaranya terkait rencana penerapan kerja dari rumah atau WFH. Ono menyatakan, rapat secara daring sebelumnya terbukti efektif pada masa pandemi Covid-19.
"Kalau rapat-rapat dilakukan secara Zoom meeting, itu bukan hal yang sulit. Kita sudah pernah jalankan dan tidak ada kendala berarti," katanya.
Ono menyatakan, selain anggaran perjalanan dinas, DPRD Jabar juga menargetkan efisiensi dalam anggaran operasional kantor. Penggunaan listrik, lampu, hingga pendingin ruangan (AC) kini dibatasi ketat di luar jam kerja untuk menekan beban belanja daerah.
Ono Surono menegaskan efisiensi oleh DPRD Jawa Barat bukan sekadar soal angka, tetapi komitmen politik untuk mengarahkan belanja daerah lebih berpihak pada kepentingan rakyat di tengah potensi krisis energi.
"Yang paling penting, anggaran harus difokuskan untuk mencegah munculnya kemiskinan baru di Jawa Barat," kata Ono Surono dikutip Antara.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- efisiensi anggaran
- dprd jabar hapus kunjungan
- dprd jawa barat
- penghematan bbm pemerintah
- dampak perang iran





