Eks Menteri Pertahanan (Menhan), Juwono Sudarsono meninggal dunia pada Sabtu (28/3). Juwono meninggal di RSPI Pondok Indah Jakarta pukul 13.45 WIB.
Almarhum Juwono sempat berjuang melawan sakit stroke selama empat tahun terakhir. Ia bahkan mengalami stroke keempat yang membuatnya harus menepi dari aktivitas publik dan fokus menjalani pengobatan.
Menhan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini Minggu (29/3).
Juwono meninggal dunia pada usia ke-84 tahun. Selama hidupnya, Juwono dikenal sebagai seorang guru besar Ilmu Hubungan Internasional dan sempat menduduki sejumlah jabatan menteri, seperti Mendikbud di era Presiden BJ Habibie dan Menteri Lingkungan Hidup di era Presiden Megawati.
Keluarga Harap Sepak Terjang Juwono Jadi Inspirasi Generasi MudaDi balik kabar duka tersebut, keluarga berharap perjalanan hidup dan pengabdian almarhum kepada negara dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“Sepak terjang beliau, kerja keras beliau bisa menginspirasi generasi muda sekarang, bahwa pengabdian itu harus dilandasi oleh integritas, kerja keras, dan keikhlasan,” kata Putra almarhum, Vishnu Juwono, kepada wartawan di rumah duka di Jakarta.
Vishnu mengatakan, sang ayah telah mendedikasikan hidupnya untuk bangsa dan negara melalui berbagai peran, baik sebagai akademisi maupun pejabat publik.
“Kami berharap meninggalnya ayah saya ini bisa memberikan penghormatan kepada beliau. Karena beliau sudah berusaha keras memberikan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Vishnu.
Menurutnya, Juwono dikenal luas sebagai akademisi di bidang hubungan internasional yang kemudian dipercaya mengemban sejumlah jabatan strategis di pemerintahan.
Vishnu juga berharap para mahasiswa dan mahasiswi yang pernah diajar oleh Juwono, yang kini banyak menjadi pejabat dan pengambil kebijakan, dapat melanjutkan warisan pemikiran dan pengabdian tersebut, khususnya di bidang hubungan internasional dan pertahanan.
Aburizal hingga Hendropriyono Kenang Mendiang JuwonoKepergian mantan Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Prof. Dr. Juwono Sudarsono, pada Sabtu (28/3), meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak.
Sejumlah tokoh nasional mengenang almarhum sebagai sosok yang rendah hati, santun, sekaligus membawa pengaruh besar dalam dunia pertahanan Indonesia.
Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal Bakrie, mengaku telah lama mengenal Juwono, baik sebagai akademisi maupun rekan satu kabinet. Ia menilai almarhum sebagai pribadi yang hangat dan penuh kesederhanaan.
“Saya mengenal Pak Juwono lama sekali, dari beliau sebagai dosen, dan beliau sebagai menteri bersama-sama di dalam kabinet. Beliau orangnya sangat rendah hati dan sangat sopan, berbicaranya sangat kalem dan baik sekali orangnya,” ujar Aburizal usai melayat ke rumah duka di Pondok Indah.
Ia menambahkan, kesan tersebut bukan sekadar ungkapan duka, melainkan cerminan dari karakter Juwono semasa hidup.
“Baik sekali orangnya, benar-benar baik. Bukannya memuji karena beliau meninggal, tapi memang karena orangnya memang demikian,” lanjutnya.
Sementara itu, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn) A.M Hendropriyono, mengenang Juwono sebagai sosok penting dalam sejarah kepemimpinan di Kementerian Pertahanan.
Ia menyebut Juwono sebagai menteri pertahanan pertama dari kalangan sipil murni yang membawa perubahan signifikan.
“Juwono Sudarsono sebagai menteri yang pertama kali punya latar belakang sipil murni menjadi Menteri Pertahanan. Sebelumnya kan latar belakangnya militer, tapi pengaruh dari kepemimpinan beliau sangat terasa,” kata Hendropriyono.





