Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencetak 863 pengembang baru melalui program Mini MBA in Property sejak 2016 hingga 2025 melalui kolaborasi dengan Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, program "Mini MBA in Property" digelar untuk melahirkan pengembang kompeten yang menghadirkan rumah-rumah berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
"Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN, pembinaan untuk kredit bagi UMKM di kluster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN," ujar Hermita dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu.
Dalam Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026, Hermita mengatakan, pada 2025 saja BTN mencetak 71 pengembang baru melalui program tersebut untuk Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar.
Baca juga: BRI: Realisasi KPR subsidi per Februari 2026 capai Rp16,79 triliun
Dia mengatakan bahwa sektor properti masih memiliki potensi besar karena kebutuhan rumah di Indonesia yang terus meningkat, terutama di daerah.
Selain itu, saat ini pemerintah memberikan dukungan kuat untuk mengembangkan sektor perumahan nasional dengan berbagai program pembiayaan dan subsidi.
Penyelenggaraan program Mini MBA in Property, menurut Hermita, juga menjadi langkah BTN untuk meningkatkan kualitas perumahan di Indonesia dan mendorong ekonomi nasional. Pasalnya, rumah merupakan sektor padat modal dan menggunakan 90 persen bahan lokal.
"Bahkan untuk setiap Rp1 triliun modal masuk ke sektor perumahan maka akan menambah 8.000 tenaga kerja, sehingga berdampak besar bagi perekonomian nasional," ujar Hermita.
Baca juga: Kementerian PKP alokasikan 19.668 unit rumah BSPS untuk Sumatera Utara
Sejak diluncurkan pada 2016, program Mini MBA in Property telah melahirkan 863 alumni di seluruh Indonesia.
Sepanjang 2025, alumni program ini telah mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar, baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan
Ke depan, Hermita mengatakan, BTN akan terus memperkuat program ini sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, dengan tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi.
BTN juga akan membuka Program Mini MBA in Property Batch 25 yang dijadwalkan dimulai pada 11 April 2026 di Jakarta.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Prof. Donald Crestofel Lantu, mengatakan bahwa program yang telah 10 tahun berjalan tersebut dirancang sebagai pembelajaran yang aplikatif dan transformatif.
Baca juga: Prabowo dorong ekonomi 8 persen lewat MBG hingga perumahan rakyat
Seluruh peserta, tambahnya, telah melalui proses pembelajaran intensif selama 63 jam tatap muka yang dirancang berdasarkan kurikulum terstruktur hasil kolaborasi antara Housing Finance Center BTN dan SBM ITB.
Kurikulum tersebut mengedepankan empat pilar utama dalam bisnis properti, yakni "Business Model & Market, Finance & Risk, Project & Operation, serta Regulation & Law".
“Melalui metode studi kasus dan pembelajaran langsung dari praktisi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jejaring dan mentor. Harapannya, mereka menjadi pelaku industri yang mampu membawa perubahan nyata yang tidak hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan," kata Donald.
Baca juga: BTN bidik jadi bank finansial lengkap, perluas layanan di luar KPR
Direktur Commercial Banking BTN Hermita mengatakan, program "Mini MBA in Property" digelar untuk melahirkan pengembang kompeten yang menghadirkan rumah-rumah berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
"Lulusan dari Mini MBA in Property ini tidak hanya mendapatkan ilmu tapi akan kami berikan juga akses ke kredit konstruksi di BTN, pembinaan untuk kredit bagi UMKM di kluster perumahan, hingga business matching dengan pasar dan pelaku usaha berkualitas yang terhubung di ekosistem perumahan BTN," ujar Hermita dalam keterangan diterima di Jakarta, Minggu.
Dalam Wisuda Mini MBA in Property Tahun 2026, Hermita mengatakan, pada 2025 saja BTN mencetak 71 pengembang baru melalui program tersebut untuk Batch 23, Batch 24, dan Batch Makassar.
Baca juga: BRI: Realisasi KPR subsidi per Februari 2026 capai Rp16,79 triliun
Dia mengatakan bahwa sektor properti masih memiliki potensi besar karena kebutuhan rumah di Indonesia yang terus meningkat, terutama di daerah.
Selain itu, saat ini pemerintah memberikan dukungan kuat untuk mengembangkan sektor perumahan nasional dengan berbagai program pembiayaan dan subsidi.
Penyelenggaraan program Mini MBA in Property, menurut Hermita, juga menjadi langkah BTN untuk meningkatkan kualitas perumahan di Indonesia dan mendorong ekonomi nasional. Pasalnya, rumah merupakan sektor padat modal dan menggunakan 90 persen bahan lokal.
"Bahkan untuk setiap Rp1 triliun modal masuk ke sektor perumahan maka akan menambah 8.000 tenaga kerja, sehingga berdampak besar bagi perekonomian nasional," ujar Hermita.
Baca juga: Kementerian PKP alokasikan 19.668 unit rumah BSPS untuk Sumatera Utara
Sejak diluncurkan pada 2016, program Mini MBA in Property telah melahirkan 863 alumni di seluruh Indonesia.
Sepanjang 2025, alumni program ini telah mencatatkan kerja sama pembiayaan dan pendanaan dengan BTN senilai Rp35,3 miliar, baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan
Ke depan, Hermita mengatakan, BTN akan terus memperkuat program ini sebagai bagian dari strategi beyond mortgage, dengan tidak hanya fokus pada pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem perumahan yang terintegrasi.
BTN juga akan membuka Program Mini MBA in Property Batch 25 yang dijadwalkan dimulai pada 11 April 2026 di Jakarta.
Wakil Dekan Bidang Sumber Daya Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Prof. Donald Crestofel Lantu, mengatakan bahwa program yang telah 10 tahun berjalan tersebut dirancang sebagai pembelajaran yang aplikatif dan transformatif.
Baca juga: Prabowo dorong ekonomi 8 persen lewat MBG hingga perumahan rakyat
Seluruh peserta, tambahnya, telah melalui proses pembelajaran intensif selama 63 jam tatap muka yang dirancang berdasarkan kurikulum terstruktur hasil kolaborasi antara Housing Finance Center BTN dan SBM ITB.
Kurikulum tersebut mengedepankan empat pilar utama dalam bisnis properti, yakni "Business Model & Market, Finance & Risk, Project & Operation, serta Regulation & Law".
“Melalui metode studi kasus dan pembelajaran langsung dari praktisi, peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga jejaring dan mentor. Harapannya, mereka menjadi pelaku industri yang mampu membawa perubahan nyata yang tidak hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan," kata Donald.
Baca juga: BTN bidik jadi bank finansial lengkap, perluas layanan di luar KPR





