JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui informasi yang bersumber dari BMKG Juanda mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca pancaroba yang terjadi pada periode Maret hingga April 2026.
Melansir akun Instagram @jatimpemprov, masa peralihan dari musim hujan ke kemarau ini ditandai dengan perubahan pola angin dari Monsun Asia menuju Monsun Australia, yang berdampak pada cuaca yang sulit diprediksi dan berpotensi memicu kejadian ekstrem dalam waktu singkat.
Dalam kondisi ini, masyarakat akan merasakan perubahan cuaca yang cukup signifikan dalam aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Siapkan Payungmu, Jakarta Minggu 29 Maret 2026 Hujan Ringan Sampai Malam di Sebagian Wilayah
Pagi hari umumnya terasa panas dan terik, namun menjelang sore hingga malam hari sering terjadi hujan deras secara tiba-tiba yang dapat disertai angin kencang bahkan badai.
Selain itu, embusan angin juga cenderung lebih kuat dibandingkan hari-hari biasa. BMKG juga memprediksi musim kemarau tahun 2026 berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih lama, salah satunya dipengaruhi oleh fenomena El Niño.
Selama periode pancaroba, terdapat sejumlah ancaman cuaca yang perlu diwaspadai masyarakat.
Hujan lebat dengan durasi singkat kerap terjadi secara tiba-tiba dan dapat memicu genangan air, terutama di kawasan jalan protokol.
Angin kencang hingga potensi puting beliung juga menjadi risiko yang cukup tinggi, khususnya pada bangunan semi permanen yang lebih rentan terhadap kerusakan.
Selain itu, fenomena petir perlu diwaspadai karena berbahaya jika terjadi di area terbuka atau di dekat pepohonan.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Instagram @jatimpemprov
- musim pancaroba
- bmkg
- hujan
- hujan lebat
- jawa timur





